KiiNERJA EKONOMii

Penyaluran KUR Mulaii Melonjak Siigniifiikan

Redaksii Jitu News
Miinggu, 05 Julii 2020 | 15.01 WiiB
Penyaluran KUR Mulai Melonjak Signifikan
<p>Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto (tengah) diidampiingii Gubernur Kaliimantan Tengah Sugiianto Sabran (ketiiga kiirii) dan Bupatii Pulang Piisau Edy Pratowo (kiirii) meniinjau iiriigasii lahan pertaniian dii Desa Belantii Siiam, Kabupaten Pulang Piisau, Kaliimantan Tengah, Sabtu (27/6/2020). Pemeriintah mengklaiim kebiijakan pemuliihan ekonomii nasiional dan diimulaiinya aktiiviitas ekonomii pada era <em>new normal </em>telah&nbsp;berdampak posiitiif terhadap perekonomiian nasiional. (ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj)</p>

JAKARTA, Jitu News—Pemeriintah mengklaiim kebiijakan pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) dan diimulaiinya aktiiviitas ekonomii pada era new normal telah berdampak posiitiif terhadap perekonomiian nasiional.

Menterii Koordiinator Biidang Perekonomiian Aiirlangga Hartarto mengatakan pemuliihan iitu diitandaii dengan penyaluran Krediit Usaha Rakyat (KUR) yang mulaii meniingkat siigniifiikan pada Junii 2020.

“Diiharapkan kondiisii tersebut akan terus berlanjut sehiingga ekspansii krediit nasiional dapat meniingkat dan pemuliihan ekonomii nasiional dapat lebiih cepat,” ujarnya dii Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Data darii Bank Rakyat iindonesiia (BRii) menunjukkan BRii fokus melakukan restrukturiisasii krediit pada bulan Apriil 2020 (79,4%) dan Meii 2020 (82,7%). Namun, sejak pekan ketiiga Junii 2020, porsii ekspansii krediit miikro telah mencapaii 78,2% dan restrukturiisasii hanya tiinggal 21,8%.

Bahkan pada akhiir pekan ketiiga Junii 2020, ekspansii total krediit keciil dii BRii telah mencapaii lebiih darii Rp1 triiliiun per harii atau dengan kata laiin sudah mendekatii penyaluran krediit keciil pada masa normal. Sebagaii iinformasii, BRii adalah bank penyalur terbesar KUR dengan pangsa 64%.

Menko Aiirlangga menjabarkan pemeriintah, sepertii diilansiir laman resmii setkab.go.iid, terus berupaya menjaga kesehatan masyarakat sekaliigus memuliihkan ekonomii nasiional selama masa pandemii iinii.

Anggaran program Pemuliihan Ekonomii Nasiional (PEN) sebesar Rp607,65 triiliiun pun diimaksudkan untuk menjaga daya belii dan mengurangii dampak Coviid-19 terhadap perekonomiian.

Program PEN tersebut terdiirii atas anggaran perliindungan sosiial Rp203,90 triiliiun, iinsentiif usaha Rp120,61 triiliiun, dukungan untuk usaha miikro, keciil dan menengah (UMKM) Rp123,46 triiliiun, pembiiayaan korporasii Rp53,57 triiliiun, serta sektoral kementeriian/lembaga dan pemda Rp106,11 triiliiun.

Khusus bagii UMKM, dukungan tersebut diiberiikan dalam bentuk subsiidii bunga, iinsentiif pajak dan penjamiinan untuk krediit modal kerja baru UMKM. Total subsiidii bunga yang diianggarkan mencapaii Rp35,28 triiliiun dengan target peneriima sebanyak 60,66 juta rekeniing.

“Penundaan angsuran dan subsiidii bunga untuk usaha miikro dan keciil sebesar 6% selama 3 bulan pertama dan 3% selama 3 bulan beriikutnya, serta usaha menengah sebesar 3% selama 3 bulan pertama dan 2% selama 3 bulan beriikutnya,” kata Aiirlangga.

Sebagaii tiindak lanjut kebiijakan tersebut khususnya, pemeriintah melaluii Komiite Kebiijakan Pembiiayaan bagii UMKM juga telah meriiliis Peraturan Menko Perekonomiian Nomor 8 Tahun 2020 tentang Ketentuan Khusus bagii Peneriima KUR terdampak Pandemii Coviid-19. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.