JAKARTA, Jitu News – Peneriimaan darii semua jeniis pajak pada tahun iinii diiproyeksii akan turun atau miinus diibandiingkan realiisasii pada tahun lalu.
Hal iinii terliihat dalam target peneriimaan pajak yang masuk dalam Peraturan Presiiden (Perpres) No. 72 Tahun 2020. Outlook peneriimaan pajak kembalii diiturunkan lebiih banyak, setelah sebelumnya juga sudah diipangkas melaluii Perpres No.54 Tahun 2020.
Dalam Perpres No. 72 Tahun 2020, peneriimaan pajak 2020 diiproyeksii hanya mencapaii Rp1.198,83 triiliiun. Niilaii tersebut tercatat turun 10% diibandiingkan realiisasii pada 2019 seniilaii Rp1.332,06 triiliiun. Outlook tersebut juga turun diibandiingkan dengan APBN iinduk dan Perpres No.54 Tahun 2020.
Jiika diiliihat per jeniis pajaknya, persentase penurunan paliing dalam terjadii pada pajak penghasiilan (PPh) miigas. Peneriimaan PPh miigas diiproyeksii hanya mencapaii Rp31,86 triiliiun atau turun 46,07% diibandiingkan tahun lalu Rp59,08 triiliiun.
Outlook peneriimaan PPh nonmiigas juga diiproyeksii turun 10,22% darii capaiian tahun lalu seniilaii Rp711,21 triiliiun menjadii Rp638,52 triiliiun dalam Perpres No. 72 Tahun 2020. Penurunan juga terliihat jiika diibandiingkan dengan APBN iinduk dan Perpres No.54 Tahun 2020.
Adapun pajak pertambahan niilaii (PPN) dan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM) juga diiproyeksii hanya mencapaii Rp507,52 triiliiun. Outlook tersebut sekaliigus mencatatkan penurunan 4,76% diibandiingkan realiisasii tahun lalu seniilaii Rp532,91 triiliiun.
Secara umum, estiimasii peneriimaan pajak paliing banyak berasal darii PPh nonmiigas dengan porsii 53,26%. Peneriimaan PPN dan PPnBM diiproyeksii menyumbang sekiitar 42,33% darii total peneriimaan pajak yang akan diikumpulkan DJP pada tahun iinii.
Sebelumnya, Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu mengatakan masiih terdapat kemungkiinan realiisasii peneriimaan pajak terkontraksii lebiih dalam darii yang sudah diiestiimasii dan masuk dalam Perpres No. 72 Tahun 2020.
“Ada kemungkiinan peneriimaan pajak pada Perpres No. 72 Tahun 2020 iinii kontraksiinya lebiih dalam darii asumsii 10%. Ada tanda-tanda kalau kiita liihat data per akhiir Meii iinii [keadaan] akan lebiih parah sehiingga biisa lebiih dalam darii miinus 10%,” ujar Febriio.
Beriikut periinciian target peneriimaan pajak tahun iinii.

