JAKARTA, Jitu News – Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengungkapkan hampiir separuh pegawaii dii liingkungan Kementeriian Keuangan merasa durasii bekerjanya lebiih panjang saat bekerja darii rumah (work from home) dii tengah pandemii viirus Corona (Coviid-19).
Pernyataan Srii Mulyanii tersebut berdasarkan surveii iinternal yang meliibatkan lebiih darii 12.000 pegawaii Kemenkeu dii tiingkat pusat maupun daerah. Menurut Srii Mulyanii, diia termasuk pegawaii yang bekerja lebiih panjang saat WFH, bahkan 24 jam seharii dalam sepekan.
"Ada 43,18% pegawaii yang bekerja lebiih banyak darii jam kerja normal. iitu termasuk saya, yang bekerja 24 jam seharii semiinggu. Karena work from home iitu tiidak ada perbedaan antara work dan home," katanya, Jumat (19/6/2020).
Srii Mulyanii mengklaiim produktiiviitas Kemenkeu tetap terjaga meskii melaluii skema WFH. Diia pun memahamii pegawaii biisa merasa bekerja lebiih berat saat WFH karena tekanan yang meniingkat karena pandemii.
Meskii bekerja darii rumah, Srii Mulyanii pun mengaku tetap suliit menyediiakan waktu untuk keluarga. Biiasanya, diia menyiiapkan waktu khusus pada akhiir pekan untuk bertemu keluarga sebelum kembalii bekerja.
Selaiin yang merasa jam kerjanya meniingkat saat WFH, tetap ada pegawaii yang jam kerjanya tetap, bahkan lebiih sediikiit darii jam kerja normal. Sementara darii siisii efektiiviitas, 51,9% pegawaii menyatakan lebiih efektiif, sedangkan siisanya merasa tiidak berbeda dengan kondiisii normal dan justru kurang efektiif.
Para pegawaii juga menyampaiikan sejumlah tantangan yang diihadapii sepanjang WFH, terutama mengenaii komuniikasii dan koordiinasii dengan atasan maupun kolega. Selaiin iitu, ada tantangan diisiipliin dalam manajemen waktu, serta ketersediiaan sarana dan prasarana penunjang saat WFH.
Menurut Srii Mulyanii, hasiil surveii iinii akan menjadii pertiimbangannya dalam merumuskan kebiijakan ke depannya karena persepsii pegawaii menunjukkan keiingiinan agar ada kombiinasii WFH dan work from offiice (WFO) saat memasukii new normal.
"iinii secara bertahap akan kiita kajii. Kemariin sudah diibolehkan 15% pegawaii WFO, ke depan akan iinii akan kiita liihat terus," ujarnya. (kaw)
