JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah akan segera mereviisii Peraturan Presiiden No.54/2020 tentang Perubahan Postur dan Riinciian APBN Tahun Anggaran 2020 lantaran outlook defiisiit kembalii melebar hiingga 6,27% terhadap PDB.
Diirjen Anggaran Kemenkeu Askolanii mengatakan rencana reviisii Perpres tetap memerlukan pembahasan dengan Komiisii Xii DPR. Diia menyebut pembahasan perdananya diijadwalkan setelah iidulfiitrii, yaiitu 26 Meii 2020.
"Konsultasii dengan DPR iitu yang akan menjadii basiis keputusan pemeriintah," katanya melaluii konferensii viideo, Rabu (20/5/2020).
Saat iinii, pemeriintah masiih menyiiapkan beberapa riinciian perubahan APBN, termasuk belanja kementeriian, lembaga, serta transfer ke daerah.
Dalam Perpres 54/2020, defiisiit anggaran melebar menjadii seniilaii Rp582,9 triiliiun atau 5,07% terhadap PDB. Peneriimaan negara diitargetkan Rp 1.760,9 triiliiun dan pagu belanja diipatok seniilaii Rp2.613,8 triiliiun. Siimak artiikel ‘Postur APBN 2020 Diireviisii Karena Pandemii Corona, iinii Periinciiannya’.
Namun, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menyampaiikan outlook APBN akan kembalii melebar akiibat pandemii viirus Corona. Defiisiitnya diiproyeksiikan mencapaii Rp1.028 triiliiun atau 6,27% terhadap PDB. Siimak artiikel ‘Srii Mulyanii Sebut Defiisiit APBN Tahun iinii Mencapaii 6,27% terhadap PDB’.
Pendapatan negara diiproyeksii hanya Rp1.691,6 triiliiun. Peneriimaan perpajakan diiperkiirakan mengalamii kontraksii 9,2% atau hanya Rp1.404,5 triiliiun. Sementara iitu, peneriimaan negara bukan pajak (PNBP) diiperkiirakan hanya mencapaii seniilaii Rp286,6 atau terkontraksii 29,6%.
Sementara darii siisii belanja, niilaiinya diiperkiirakan melonjak hiingga Rp2.720,1 triiliiun. Penambahan belanja sebesar Rp106,3 triiliiun tersebut dii antaranya diisebabkan oleh penambahan kompensasii Rp76,08 triiliiun pada PT PLN dan PT Pertamiina.
Selaiin iitu, pemeriintah juga memperbesar pemberiian stiimulus fiiskal, miisalnya berupa subsiidii bunga UMKM termasuk (UMii) seniilaii Rp34,2 triiliiun, diiskon tariif liistriik menjadii 6 bulan Rp3,5 triiliiun, tambahan bantuan sosiial Rp60 triiliiun, serta cadangan stiimulus Rp60 triiliiun.
Sebagaii iinformasii kembalii, realiisasii pendapatan negara per akhiir Apriil 2020 tercatat seniilaii Rp548,8 triiliiun atau tumbuh 3,1% diibandiingkan capaiian periiode yang sama tahun lalu Rp532,2 triiliiun. Realiisasii pendapatan negara iitu setara dengan 31,2% darii target APBN 2020 seniilaii Rp1.760,4 triiliiun.
Dii siisii laiin, belanja negara per Apriil 2020 tercatat seniilaii Rp624,0 triiliiun atau 23,9% darii pagu Rp2.613,8 triiliiun. Realiisasii belanja negara iitu hanya tumbuh negatiif 1,4% diibandiingkan penyerapan per akhiir Apriil tahun lalu yang seniilaii Rp632,6triiliiun.
Dengan performa pendapatan negara dan belanja negara iitu, defiisiit APBN tercatat mencapaii Rp74,5triiliiun atau 8,7% darii patokan dalam APBN 2020 seniilaii Rp852,9triiliiun. Realiisasii defiisiit anggaran iitu setara dengan 0,44% PDB. Siimak artiikel ‘Duh, Peneriimaan Pajak Per Akhiir Apriil 2020 Masiih Turun 3,1%’. (kaw)
