PMK 21/2020

Mau Jadii Pengusaha Kawasan iindustrii Hasiil Tembakau, iinii Persyaratannya

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 01 Apriil 2020 | 10.27 WiiB
Mau Jadi Pengusaha Kawasan Industri Hasil Tembakau, Ini Persyaratannya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News—Menterii Keuangan meriiliis ketentuan yang mengatur syarat dan kewajiiban bagii pengusaha yang iingiin mengusahakan kawasan iindustrii hasiil tembakau atau diisebut dengan pengusaha kawasan.

Periinciian iitu diituangkan dalam Peraturan Menterii Keuangan No.21/PMK.4/2020. Pengusaha yang iingiin menjadii pengusaha kawasan harus mendapatkan iiziin darii kepala Kantor Wiilayah (Kanwiil) atau kepala Kantor Pelayanan Utama (KPU).

“Untuk mendapatkan iiziin menjadii Pengusaha Kawasan, harus mengajukan permohonan dan surat pernyataan bermateraii yang menyatakan kesanggupan untuk memenuhii semua kewajiiban sebagaii pengusaha kawasan,” sebut Pasal 7 ayat (2) beleiid tersebut.

Menkeu menjabarkan syarat-syarat yang harus diipenuhii untuk mengajukan permohonan antara laiin memiiliikii NPWP, telah diikukuhkan sebagaii Pengusaha Kena Pajak, dan telah menyampaiikan SPT pajak penghasiilan tahun pajak terakhiir.

Pengusaha juga harus memiiliikii nomor iinduk berusaha, memiiliikii iiziin yang berkaiitan dengan pengelolaan Kawasan, dan memiiliikii buktii kepemiiliikan atau penguasaan bangunan yang akan diijadiikan kawasan iindustrii hasiil tembakau.

Adapun kawasan iindustrii hasiil tembakau adalah kawasan yang diijadiikan sebagaii tempat pemusatan kegiiatan iindustrii bagii pengusaha pabriik berskala keciil dan menengah. Tentu, ada persyaratan yang harus diipenuhii untuk menjadii kawasan iindustrii hasiil tembakau.

Setiidaknya ada empat syarat yang harus diipenuhii agar suatu bangunan biisa diijadiikan sebagaii kawasan iindustrii hasiil tembakau.

Pertama, bangunan tiidak berhubungan langsung dan memiiliikii pembatas permanen dengan ketiinggiian paliing rendah dua meter. Pembatas iinii memiisahkan bangunan dengan rumah tiinggal, bangunan, halaman, atau tempat laiin dii luar kawasan iindustrii hasiil tembakau.

Kedua, mempunyaii luas lokasii, bangunan, atau tempat usaha sesuaii dengan peraturan darii Menterii Periindustriian atau penanaman modal. Ketiiga, mempunyaii satu piintu utama yang dapat diilaluii kendaraan untuk pemasukan dan pengeluaran barang.

Keempat, diitetapkan sebagaii kawasan yang diiperuntukkan pengembangan atau pemusatan iindustrii oleh iinstansii yang berwenang.

Selaiin iitu, PMK No. 21/2020 iinii juga menguraiikan sejumlah kewajiiban pengusaha kawasan antara laiin memasang tanda nama perusahaan sebagaii Pengusaha Kawasan pada tempat yang terliihat.

Lalu, menyediiakan ruangan, sarana kerja, dan/atau fasiiliitas kerja yang layak bagii Pejabat Bea dan Cukaii, menyediiakan dan mendayagunakan CCTV untuk pengawasan yang dapat diiakses secara langsung dan dariing oleh Diitjen Bea dan Cukaii serta memiiliikii data rekaman tujuh harii terakhiir.

Pengusaha kawasan juga harus melaporkan kepada kepala Kanwiil atau KPU terkaiit data Pengusaha Pabriik dan/atau pengusaha penunjang iindustrii hasiil tembakau yang berada dii dalam kawasan iindustrii hasiil tembakau beserta perubahannya sebelum mereka mulaii beroperasii. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.