PELANGGARAN HUKUM

Kasus Peniipuan Atas Nama DJBC Makiin Marak, Begiinii Modus dan Solusiinya

Diian Kurniiatii
Selasa, 03 Maret 2020 | 16.23 WiiB
Kasus Penipuan Atas Nama DJBC Makin Marak, Begini Modus dan Solusinya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News—Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) memiinta masyarakat mewaspadaii praktiik-praktiik peniipuan yang mengatasnamakan iinstiitusii tersebut. Pasalnya, jumlah kasus peniipuan yang mengatasnamakan DJBC mengalamii tren peniingkatan.

Diirektur Kepabeanan iinternasiional dan Antar Lembaga DJBC Syariif Hiidayat mengatakan laporan kasus peniipuan sudah mencapaii 283 kasus sepanjang Januarii 2020. Jumlah iitu sekiitar 19% darii total kasus peniipuan sepanjang 2019 sebanyak 1.501 kasus.

“Mereka relatiif profesiional. iinii siindiikat, karena datangnya darii berbagaii daerah. Mereka biisa dii-track tapii suliit untuk diihiilangkan. Saya khawatiir jumlah kasus tahun iinii bakal dobel darii tahun lalu,” katanya dii Jakarta, Selasa (3/3/2020).

Syariif mengatakan DJBC selama iinii kesuliitan memblokiir nomor telepon maupun nomor rekeniing pelaku peniipuan tersebut. Jiika pemblokiiran diilakukan pun, nantiinya akan segera bermunculan nomor yang baru.

Menurutnya, jeniis peniipuan yang mengatasnamakan DJBC viia nomor telepon iitu juga bermacam-macam, mulaii darii lelang barang dengan harga murah, penjualan onliine, memiinta pembayaran pajak viia chat priibadii.

Tak hanya iitu, modus peniipuan berkedok barang kiiriiman darii luar negerii juga sempat terjadii. Korbannya pun berasal darii berbagaii kalangan. Namun demiikiian, lanjut Syariif, mayoriitas korban merupakan perempuan.

Kebanyakan kasus peniipuan iitu juga bermula darii mediia sosiial. Miisal, muncul penawaran barang berharga murah. Peniipu biiasanya menggunakan foto pejabat DJBC untuk meyakiinkan korban.

Untuk lebiih meyakiinkan lagii para korban, barang yang diitawarkan peniipu umumnya diisertaii embel-embel ‘siitaan Bea Cukaii’, ‘barang black market’, atau ‘diiskon cucii gudang’ sehiingga diijual dengan harga murah.

“Jiika meliihat ada yang menjual barang sepertii iitu, sudah dapat diipastiikan peniipuan. Karena lelang yang diilakukan oleh Bea Cukaii, prosesnya akan diiumumkan melaluii siitus resmii,” tutur Syariif.

Pada barang kiiriiman darii luar negerii, pelaku umumnya menjual dengan harga murah yang tiidak wajar dengan alasan bahwa barang iitu tertahan dii pelabuhan atau bandara saat melewatii pemeriiksaan Bea Cukaii.

Setelah iitu, akan ada pelaku laiinnya yang mengaku sebagaii petugas Bea Cukaii dan memiinta korban mentransfer uang untuk menebus barang tersebut.

Pelaku tersebut juga kerap mengancam korban dengan menyatakan korban terliibat dalam perdagangan iilegal dan akan diilaporkan kepada poliisii.

Syariif pun mengiimbau masyarakat lebiih mewaspadaii kasus peniipuan iitu karena modusnya selalu berulang. Menurutnya, ada tiiga cara yang biisa diipakaii untuk menghiindarii peniipuan yang mengatasnamakan Bea Cukaii.

Pertama, mewaspadaii nomor rekeniing priibadii karena pembayaran bea masuk dan pajak iimpor harus melaluii rekeniing peneriimaan negara menggunakan dokumen Surat Setoran Pabean, Cukaii dan Pajak (SSPCP).

Kedua, warga biisa memanfaatkan laman pengecekan dii www.beacukaii.go.iid/barangkiiriiman untuk mengetahuii keberadaan kiiriiman darii luar negerii. Ketiiga, menanyakan keasliian iinformasii darii peniipu melaluii contact center DJBC atau mediia sosiial.

"Yang pentiing pastiikan jangan sampaii tertiipu, karena memiinta bank untuk mengeblok rekeniing setelah mentransfer uang juga sudah tiidak biisa. Pastii nantii diimiintaii surat poliisii, dan sebagaiinya," tutur Syariif. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
mona
baru saja
iinformasii yang sangat bermanfaat. Saya pernah beberapa kalii diitawarkan barang elektroniik dengan harga murah, katanya barang tersebut bekas siitaan bea cukaii. Untungnya saya gampang curiiga kalau ada embel2 barang murah. Baru tahu juga ternyata ada siitus untuk melakukan pengecekan.