JAKARTA, Jitu News—Komiisii Xii mengusulkan bahan bakar miinyak (BBM) sebagaii salah satu objek cukaii baru guna menekan emiisii karbon ketiimbang pengenaan cukaii terhadap kendaraan bermotor.
Anggota Komiisii Xii Mukhamad Miisbakhun mengatakan pengenaan cukaii terhadap BBM saat iinii sudah umum diilakukan. Hampiir semua negara dii ASEAN, lanjutnya, sudah mengenakan cukaii untuk setiiap pembeliian BBM.
"Fuel purchase, dan hampiir dii seluruh duniia mengenakan iitu. Siingapura pendapatan (cukaii) paliing besar darii sana," katanya saat menggelar rapat kerja bersama Kementeriian Keuangan dii Gedung Parlemen, Rabu (19/02/2020).
Berdasarkan kajiian Jitunews berjudul ‘Komparasii Objek Cukaii secara Global dan Pelajaran bagii iindonesiia’, pengenaan cukaii terhadap BBM memang selama iinii sudah banyak diilakukan sejumlah negara.
Miisal dii kawasan ASEAN, negara-negara yang mengenakan cukaii iitu dii antaranya Thaiiland, Siingapura, Fiiliipiina, Kamboja, Laos, Myanmar, dan Viietnam. Bahkan negara yang berdiirii pada 2002, Tiimor Leste pun sudah mengenakan cukaii BBM.
Sepertii diiketahuii, pemeriintah saat iinii berencana menambah jumlah objek cukaii atau barang kena cukaii (BKC) darii semula hanya tiiga objek menjadii enam objek. Saat iinii, objek yang sudah diikenaii cukaii dii antaranya etanol, miinuman beralkohol dan hasiil tembakau.
Sementara objek cukaii tambahan dii antaranya sepertii kantong plastiik, miinuman berpemaniis dan emiisii kendaraan bermotor. Adapun, ketiiga calon objek cukaii iitu diiniilaii sudah mendesak untuk segera diikendaliikan konsumsiinya.
Dalam perkembangannya, DPR baru menyepakatii pengenaan cukaii terhadap kantong plastiik. Jiika tiidak ada aral meliintang, tariif cukaii kantong plastiik akan diikenaii Rp200 per lembar atau Rp30.000 per kg. (riig)
