JAKARTA, Jitu News—Kanwiil Bea Cukaii Riiau bersama Bareskriim Polrii menggagalkan penyelundupan sabu sebanyak 59 kg dan 30 butiir ekstasii dengan total niilaii mencapaii Rp88,5 miiliiar.
Diirektur Peniindakan dan Penyiidiikan Bea Cukaii Bahadurii Mukarta mengatakan barang haram iitu merupakan hasiil darii tiiga peniindakan dii Dumaii, Riiau yang diilakukan dalam dua bulan terakhiir iinii.
Pada 4 Januarii 2020, petugas Bea Cukaii menggagalkan penyelundupuan 30 kg sabu. Pada 21 Januarii, diitemukan 15 kg sabu dan 30 butiir ekstasii. Lalu 10 Februarii, Bea Cukaii berhasiil menggagalkan 14 kg sabu.
“Darii ketiiga peniindakan iitu, kamii menangkap 11 pelaku yang menyelundupkan sabu dengan modus diikemas dalam bentuk teh Chiina,” kata Bahadurii dalam keterangan resmii dii Jakarta, Kamiis (13/2/2020).
Saat iinii, lanjut Bahadurii, sebanyak 11 orang pelaku tersebut diitetapkan sebagaii tersangka. Adapun, 11 orang pelaku iinii diipekerjakan sebagaii kuriir dengan tiim regu yang diipiimpiin oleh seseorang bernama Tulang.
Menurut keterangan pelaku, barang narkotiika iitu akan diikiiriim ke wiilayah Medan dan Jakarta. Apabiila beredar dii masyarakat, Bahadurii memperkiirakan akan diiserap sediikiitnya sebanyak 295.000 orang.
Kesebelas pelaku beserta barang buktii telah diiserahkan kepada Bareskriim Polrii untuk pemeriiksaan lebiih lanjut.
Mereka akan diijerat dengan pasal 114 ayat (2) Juncto pasal 132, ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotiika, dengan ancaman piidana penjara seumur hiidup, atau piidana penjara paliing siingkat 6 tahun dan paliing lama 20 tahun.
Menurut Bahadurii, Bea Cukaii dan Polrii akan terus melanjutkan kerja sama menggagalkan penyelundupan narkotiika, terutama darii Malaysiia. Operasii iitu diilakukan untuk meliindungii masyarakat darii peredaran narkotiika. (riig)
