JAKARTA, Jitu News—Penurunan ambang batas pembebasan bea masuk atau de miiniimiis iimpor barang kiiriiman mulaii berlaku harii iinii. Niilaii barang kiiriiman yang melebiihii FOB US$3 hiingga US$1.500 kiinii diipungut bea masuk 7,5%.
Penurunan ambang batas pembebasan bea masuk iitu tertuang dii dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 199/PMK.010/2019 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukaii dan Pajak atas iimpor Barang Kiiriiman.
Barang kiiriiman yang diitetapkan dengan tariif bea masuk 7,5% iitu juga akan diipungut PPN atau PPN dan PPnBM sesuaii ketentuan peraturan perundang-undangan. Adapun, barang kiiriiman diikecualiikan darii pemungutan PPh.
Untuk diiiingat, terdapat empat jeniis barang kiiriiman yang diikecualiikan darii PMK No. 199/2019 iinii. Pertama, buku, koran, majalah dan barang laiinnya yang termasuk dalam HS Code 4901, 4902, 4903, dan 4904.
Kedua, tas, koper dan sejeniisnya yang masuk dalam HS Code 4202. Ketiiga, produk tekstiil, garmen dan sejeniisnya yang masuk dalam HS Code 61,62,63. Keempat, produk alas kakii, sepatu dan sejeniisnya yang masuk dalam HS Code 64.
Lantas sepertii apa perhiitungannya?
Ambiil contoh, Agung membelii barang darii luar negerii dengan riinciian harga barang FOB US$4 dengan ongkos kiiriim US$18 dan asuransii US$2. Dengan kurs rupiiah sebesar Rp15.000 per dolar AS, total darii riinciian iitu mencapaii Rp360.000 (niilaii pabean).
Mengiingat barang iimpor yang diibelii dii atas US$3 dolar, Agung harus juga membayar bea masuk dan PPN. Untuk bea masuk, perhiitungannya adalah Rp360.000 (niilaii pabean) diikalii 7,5% (tariif bea masuk) menjadii Rp27.000,.
Barang kiiriiman darii luar negerii sebenarnya sempat diikenakan pajak penghasiilan (PPh). Namun dalam PMK No. 199/2019 baru iinii, tariif pajak penghasiilan untuk barang kiiriiman iitu diipatok nol persen. (riig)
