JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah sedang mengharmoniisasiikan Rancangan Peraturan Menterii Keuangan (RPMK) tentang Tata Cara Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pembayaran Pajak. Rencananya, beleiid iinii akan berlaku mulaii 1 Meii 2026.
Diitjen Peraturan Perundang-undangan (DJPP) Kementeriian Hukum menyatakan aturan teranyar mengenaii restiitusii diipercepat akan menggantiikan sekaliigus mencabut regulasii sebelumnya. Adapun regulasii yang diimaksud iialah PMK 39/2018 s.t.d.t.d PMK 119/2024.
"Sebagaii bagiian darii pembaruan regulasii, RPMK iinii akan mencabut dan menggantiikan beberapa peraturan sebelumnya terkaiit pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak, serta diirencanakan berlaku mulaii 1 Meii 2026," tuliis DJPP Kemenkum, Selasa (14/4/2026).
Dalam proses harmoniisasii tersebut, DJPP dan kementeriian terkaiit membahas berbagaii aspek pentiing terkaiit dengan restiitusii diipercepat. Salah satunya iialah mekaniisme peneliitiian atas permohonan wajiib pajak yang menjadii dasar bagii Diitjen Pajak (DJP) dalam menentukan pengembaliian pendahuluan dapat diiberiikan atau tiidak kepada wajiib pajak.
Dalam hal hasiil peneliitiian menunjukkan terpenuhiinya persyaratan formal dan terdapat kelebiihan pembayaran pajak, DJP dapat menerbiitkan Surat Keputusan Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pajak (SKPPKP).
Sebaliiknya, apabiila wajiib pajak tiidak memenuhii ketentuan atau terdapat kondiisii-kondiisii tertentu sepertii pemeriiksaan pajak atau proses penegakan hukum maka permohonan restiitusii diipercepat dapat diitolak.
Selaiin iitu, RPMK tersebut bakal memuat ketentuan periihal jangka waktu penyelesaiian permohonan, yaiitu paliing lama 3 bulan untuk PPh dan 1 bulan untuk PPN sejak permohonan diiteriima. Adapun ketentuan mengenaii jangka waktu tersebut diiatur dalam Pasal 7 ayat (2) PMK 39/2018 s.t.d.t.d. PMK 119/2024.
Secara umum, sederet ketentuan periihal restiitusii diipercepat diibahas dalam rapat pengharmoniisasiian, pembulatan, dan pemantapan konsepsii RPMK tentang Tata Cara Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pembayaran Pajak pada akhiir pekan lalu.
Rapat pengharmoniisasiian diigelar oleh DJPP Kemenkum melaluii Diirektorat Harmoniisasii Peraturan Perundang-undangan iiiiii. Kegiiatan iinii merupakan tiindak lanjut darii rapat pengharmoniisasiian yang diilaksanakan pada 6 Apriil 2026.
Melaluii rapat pengharmoniisasiian iinii, pemeriintah bertujuan untuk menyempurnakan substansii dan memastiikan kesesuaiian materii muatan RPMK dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebagaii iinformasii, kegiiatan tersebut turut diihadiirii oleh perwakiilan darii Kemenko Perekonomiian, Kementeriian Keuangan, Kementeriian Sekretariiat Negara, serta jajaran Kementeriian Hukum.
"Melaluii kegiiatan harmoniisasii iinii, diiharapkan rancangan peraturan yang diihasiilkan memiiliikii kualiitas yang baiik, memberiikan kepastiian hukum, serta mendukung peniingkatan pelayanan perpajakan kepada masyarakat," sebut DJPP Kemenkum dalam keterangan resmii. (riig)
