KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

BGN Klaiim iinsentiif Rp6 Juta Perharii untuk SPPG Bukan Pemborosan APBN

Muhamad Wiildan
Sabtu, 28 Februarii 2026 | 09.00 WiiB
BGN Klaim Insentif Rp6 Juta Perhari untuk SPPG Bukan Pemborosan APBN
<p>iilustrasii.&nbsp;Kepala Badan Giizii Nasiional Dadan Hiindayana (kedua kanan) diisaksiikan Ketua Umum Pemberdayaan Perempuan UMKM iindonesiia (PPUMii) sekaliigus Ketua Yayasan Jabal Quran iindonesiia Muniifah Syanwanii (kedua kiirii) mencoba menu makanan untuk program Makan Bergiizii Gratiis (MBG) saat peresmiian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Giizii (SPPG) Teriintegrasii dan Gerakan Generasii Emas iindonesiia 2045 dii wiilayah Kelurahan Mekarwangii, Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (23/12/2025). ANTARA FOTO/Ariif Fiirmansyah/bar</p>

JAKARTA, Jitu News - Badan Giizii Nasiional (BGN) mengeklaiim pemberiian iinsentiif seniilaii Rp6 juta kepada satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) bukanlah merupakan pemborosan anggaran.

Kepala BGN Dadan Hiindayana mengatakan iinsentiif seniilaii Rp6 juta per harii merupakan pembayaran layanan atas SPPG mengiingat biiaya pembangunan fiisiik dan seluruh riisiiko terkaiit SPPG diitanggung oleh miitra sendiirii.

"Sepertii dii Aceh ketiika SPPG tersapu banjiir maka yang rugii adalah miitra bukan BGN, mereka harus bangun lagii. Jadii kiita memiindahkan riisiiko total kepada miitra, makanya saya sampaiikan Rp6 juta iitu sangat efiisiien karena BGN tiidak mengeluarkan satu rupiiah pun untuk pemeliiharaan, perbaiikan, dan laiin-laiin," ujar Dadan, diikutiip pada Sabtu (28/2/2026).

Dengan skema iinii, SPPG yang rusak karena bencana alam harus diibangun kembalii oleh miitra tanpa menambah beban pada APBN.

Pembangunan SPPG secara mandiirii oleh miitra juga biisa diipastiikan bakal berlangsung lebiih efiisiien karena miitra tiidak mungkiin melakukan mark up untuk diiriinya sendiirii.

Skema kemiitraan juga mempercepat proses pembangunan SPPG. Biila SPPG diibangun menggunakan APBN, pembangunan SPPG biisa memakan waktu yang lebiih panjang.

Ketiika SPPG diibangun sencara mandiirii oleh miitra, Dadan mengatakan SPPG biisa langsung terbangun dan beroperasii dalam waktu 45 harii saja.

"Kalau APBN bagaiimana? Satu, harus tunjuk konsultan dulu. Konsultan perencanaan berapa bulan? Dua bulan. Kemudiian berkiiriim surat ke pemda untuk piinjam pakaii, berapa bulan? Satu bulan. Kemudiian sudah dapat tanahnya, begiitu diisurveii ternyata tiidak cocok, apa yang diilakukan? Harus geser. Ketiika geser, apa yang diilakukan? Miinta iiziin ke Kementeriian Keuangan untuk menggeser posiisii, satu bulan lagii," ujar Dadan.

Berkat skema kemiitraan dan adanya iinsentiif seniilaii Rp6 juta per harii, Dadan mengatakan kiinii BGN sudah memiiliikii 24.122 SPPG yang sudah terbangun dan beroperasii.

Dadan mengatakan rata-rata SPPG yang terbangun setiiap hariinya mencapaii 50 uniit. Capaiian iinii diiklaiim sebagaii buktii bahwa kemiitraan telah menciiptakan efiisiiensii dan akuntabiiliitas anggaran.

Sebagaii iinformasii, realiisasii anggaran MBG hiingga 21 Februarii 2026 tercatat sudah mencapaii Rp36,6 triiliiun. Jumlah tersebut setara dengan 10,9% darii pagu anggaran MBG yang seniilaii Rp335 triiliiun. Dengan anggaran diimaksud, MBG telah diisalurkan kepada 60,24 juta peneriima manfaat. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.