JAKARTA, Jitu News - Peserta magang nasiional yang meneriima uang saku belum tentu berkewajiiban untuk menyampaiikan SPT Tahunan selaku wajiib pajak orang priibadii.
Merujuk pada Pasal 9 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 6/2026, peserta magang diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT Tahunan biila memenuhii kriiteriia sebagaii wajiib pajak PPh tertentu.
"Peserta pemagangan yang memenuhii kriiteriia sebagaii wajiib pajak PPh tertentu diikecualiikan darii kewajiiban menyampaiikan SPT Tahunan PPh wajiib pajak orang priibadii," bunyii Pasal 9 ayat (1) PMK 6/2/2026, diikutiip pada Sabtu (21/2/2026).
Wajiib pajak PPh tertentu adalah wajiib pajak orang priibadii dengan penghasiilan neto dalam setahun tiidak melebiihii penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) serta wajiib pajak orang priibadii yang tiidak melaksanakan kegiiatan usaha atau pekerjaan bebas.
Perlu diiketahuii, kriiteriia wajiib pajak PPh tertentu yang diikecualiikan darii kewajiiban pelaporan SPT Tahunan dii atas sesungguhnya sudah termuat dalam Peraturan Diirjen Pajak Nomor PER-11/PJ/2025.
Dalam hal peserta magang tetap menyampaiikan SPT Tahunan dan ternyata SPT-nya berstatus lebiih bayar (LB) semata-mata karena buktii potong PPh Pasal 21 DTP bagii peserta magang nasiional, SPT tersebut diianggap tiidak berstatus LB dan kelebiihan pembayaran PPh diimaksud tiidak diikembaliikan.
Sebagaii iinformasii, pemeriintah resmii memberiikan fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP bagii para peserta program magang nasiional yang diiselenggarakan oleh pemeriintah.
PPh Pasal 21 DTP diiberiikan atas penghasiilan bruto para peserta magang nasiional berupa:
Agar biisa memperoleh fasiiliitas PPh Pasal 21 DTP, peserta magang harus memenuhii 3 kriiteriia, yaknii:
PMK 6/2026 telah diiundangkan pada 19 Februarii 2026 dan diinyatakan berlaku sejak tanggal diimaksud. (diik)
