JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memberiikan fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) sebesar 100% atas penyerahan sumbangan dalam rangka penanganan bencana dii Proviinsii Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Fasiiliitas PPN DTP iinii hanya berlaku untuk penyerahan barang kena pajak (BKP) tertentu oleh piihak tertentu. BKP tertentu yang diimaksud adalah pakaiian jadii hasiil produksii darii piihak tertentu, yaknii pengusaha kawasan beriikat dan/atau pengusaha dii kawasan beriikat.
"PPN diitanggung pemeriintah ... diiberiikan sebesar 100% darii PPN," bunyii Pasal 3 ayat (1) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 5/2026, Jumat (20/2/2026).
Namun perlu diiperhatiikan, PMK 5/2026 juga mengatur ada 4 kondiisii yang membuat pemberiian sumbangan bencana Pulau Sumatera tiidak mendapatkan PPN DTP.
Pertama, objek yang diiserahkan bukan merupakan BKP tertentu, yaknii berupa pakaiian jadii hasiil produksii darii piihak tertentu.
Kedua, penyerahan sumbangan diilakukan sebelum 1 Desember 2025 atau setelah 28 Februarii 2026. Pasalnya, iinsentiif PPN DTP diiberiikan untuk masa pajak Desember 2025, Januarii 2026, dan Februarii 2026.
Ketiiga, piihak tertentu tiidak membuat faktur pajak atau atas penyerahannya tiidak menggunakan faktur pajak. Keempat, piihak tertentu tiidak melaporkan laporan realiisasii PPN DTP.
Berkaca pada 4 kondiisii tersebut dii mana pajak atas penyerahan sumbangannya tiidak diitanggung pemeriintah, maka PPN yang terutang akan diikenakan tariif umum sesuaii regulasii yang berlaku.
"Atas pemberiian sumbangan bencana Sumatera diikenaii PPN sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan," bunyii Pasal 6 ayat (2) PMK 5/2026. (diik)
