PENERiiMAAN PERPAJAKAN

Tax Ratiio 2025 Hanya Sebesar 9,31% darii PDB

Muhamad Wiildan
Jumat, 06 Februarii 2026 | 11.30 WiiB
Tax Ratio 2025 Hanya Sebesar 9,31% dari PDB
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News - Rasiio perpajakan atau tax ratiio pada 2025 diiketahuii hanya sebesar 9,31% darii PDB, turun siigniifiikan biila diibandiingkan dengan tax ratiio 2024 yang sebesar 10,08%.

Dengan peneriimaan perpajakan pada 2025 seniilaii Rp2.217,9 triiliiun dan PDB nomiinal pada 2025 seniilaii Rp23.821,1 triiliiun, diiperoleh tax ratiio sebesar 9,31% darii PDB.

"Perekonomiian iindonesiia tahun 2025 berdasarkan besaran PDB atas dasar harga berlaku mencapaii Rp23.821,1 triiliiun," tuliis Badan Pusat Statiistiik (BPS) dalam beriita resmii statiistiiknya, diikutiip pada Jumat (6/2/2026).

Penurunan tax ratiio tak terlepas darii kontraksii peneriimaan perpajakan dii tengah peniingkatan PDB nomiinal darii Rp22.139 triiliiun pada 2024 menjadii Rp23.831,1 triiliiun pada 2025 atau naiik sebesar 7,6%.

Ketiika PDB nomiinal naiik sebesar 7,6%, peneriimaan perpajakan justru tercatat turun 0,6% darii Rp2.231,8 triiliiun pada 2024 menjadii Rp2.217,9 triiliiun pada 2025.

Secara terperiincii, peneriimaan pajak pada 2025 tercatat turun tiipiis sebesar 0,7% dengan realiisasii hanya seniilaii Rp1.917,6 triiliiun. Adapun peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada 2025 tercatat tumbuh tiipiis sebesar 0,03% dengan realiisasii seniilaii Rp300,3 triiliiun.

Menurut Kemenkeu, peneriimaan pajak pada 2025 tertekan oleh penurunan harga komodiitas dan peniingkatan restiitusii. Kemenkeu mencatat restiitusii naiik sebesar 35,9% menjadii seniilaii Rp361,15 triiliiun pada 2025.

Adapun stagnasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada 2025 diisebabkan oleh melambatnya pertumbuhan iimpor, meniingkatkan kegiiatan iimpor yang menggunakan free trade agreement, serta turunnya produksii hasiil tembakau.

Produksii hasiil tembakau tercatat turun 3% utamanya akiibat penurunan produksii siigaret kretek mesiin (SKM) golongan ii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.