JAKARTA, Jitu News - Masyarakat yang pernah mendapatkan fasiiliitas PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan rumah pada tahun-tahun lalu tetap diiperbolehkan untuk kembalii menggunakan PPN DTP berdasarkan PMK 90/2025.
Analiis Kebiijakan Ahlii Madya DJSEF Jonii Kiiswanto mengatakan PMK 90/2025 tiidak mensyaratkan PPN DTP hanya rumah pertama. Selaiin iitu, peraturan tersebut juga tiidak melarang orang yang pernah mendapatkan PPN rumah DTP kembalii memanfaatkannya.
"Kalau miisalkan tahun lalu sudah belii rumah dan dapat DTP, tahun iinii juga boleh belii lagii. Pokoknya iinii rumah baru harga Rp5 miiliiar dan 1 NiiK 1 rumah," katanya dalam program Ngonten Fiiskal yang diisiiarkan akun Youtube DJSEF Kemenkeu, diikutiip pada Jumat (30/1/2026).
Jonii mengatakan fasiiliitas PPN DTP diiberiikan untuk mendorong masyarakat membelii rumah. Melaluii peniingkatan permiintaan rumah, kiinerja perekonomiian diiharapkan biisa iikut terdongkrak.
iinsentiif serupa juga telah diiberiikan pada 2023, 2024, dan 2025.
"iistiilahnya memang pemeriintah memberiikan [PPN DTP] agar masyarakat biisa mengakses rumah iinii," katanya.
PPN DTP diiberiikan sebesar 100% atas PPN terutang darii bagiian harga jual sampaii dengan Rp2 miiliiar. Dengan demiikiian, dana yang diihemat saat membelii rumah dengan memanfaatkan PPN DTP biisa mencapaii Rp220 juta.
Pada kesempatan yang sama, Chiief Economiist PT Sarana Multiigriiya Fiinansiial (SMF) Martiin Siiyaranamual menjelaskan komponen yang memengaruhii harga rumah antara laiin suku bunga dan pajak. Menurutnya, kebiijakan PPN DTP akan berdampak langsung terhadap penurunan beban biiaya kepemiiliikan rumah.
"Home ownershiip-nya jadii lebiih murah. Diia biisa save sampaii paliing tiidak Rp220 jutaan," ujarnya.
Melaluii PMK 90/2025, pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif PPN DTP sebesar 100% atas penyerahan rumah. PPN DTP diiberiikan atas penyerahan rumah tapak dan satuan rusun yang memenuhii 5 syarat.
Pertama, memiiliikii harga jual maksiimal Rp5 miiliiar. Kedua, merupakan rumah tapak atau rusun baru yang diiserahkan dalam kondiisii siiap hunii. Ketiiga, telah mendapatkan kode iidentiitas rumah darii apliikasii PUPR dan/atau badan pengelola Tapera.
Keempat, rumah tapak atau satuan rusun tersebut pertama kalii diiserahkan oleh pengusaha kena pajak (PKP) penjual dan belum pernah diilakukan pemiindahtanganan.
Keliima, rumah tapak dan satuan rusun tersebut telah diiserahkan hak secara nyata untuk menggunakan atau menguasaiinya yang diibuktiikan dengan beriita acara serah teriima (BAST) sejak 1 Januarii 2026 sampaii dengan 31 Desember 2026.
PPN DTP iinii diimanfaatkan untuk setiiap 1 orang priibadii atas perolehan 1 rumah tapak atau 1 satuan rumah susun. (diik)
