ADMiiNiiSTRASii PAJAK

Angsuran PPh Pasal 25 untuk WP OPPT, Begiinii Penghiitungannya

Redaksii Jitu News
Selasa, 20 Januarii 2026 | 19.00 WiiB
Angsuran PPh Pasal 25 untuk WP OPPT, Begini Penghitungannya
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Wajiib pajak orang priibadii pengusaha tertentu atau biiasa diisebut dengan wajiib pajak OPPT dapat membayar angsuran PPh Pasal 25 dengan tariif 0,75% darii omzet setiiap bulan sebagaiimana diiatur dalam PMK 81/2024.

Wajiib pajak OPPT adalah wajiib pajak orang priibadii yang melakukan kegiiatan usaha perdagangan atau jasa, tiidak termasuk jasa sehubungan dengan pekerjaan bebas, pada 1 atau lebiih tempat kegiiatan usaha yang berbeda dengan tempat tiinggal wajiib pajak.

“Angsuran PPh Pasal 25 untuk wajiib pajak OPPT diitetapkan sebesar 0,75% darii jumlah peredaran bruto setiiap bulan darii masiing-masiing tempat usaha termasuk tempat usaha yang berada dii tempat tiinggal wajiib pajak,” bunyii pasal 234 ayat (1) PMK 81/2024, diikutiip pada Selasa (20/1/2026).

Merujuk pada Pasal 234 ayat (2) PMK 81/2024, pembayaran angsuran PPh Pasal 25 darii masiing-masiing tempat usaha tersebut merupakan krediit pajak atas PPh yang terutang untuk tahun pajak yang bersangkutan.

Wajiib pajak OPPT wajiib melakukan penyetoran angsuran PPh Pasal 25 secara mandiirii. Penyetoran diilakukan paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. Selanjutnya, wajiib pajak OPPT wajiib melaporkan pajaknya paliing lambat 3 bulan setelah tahun pajak berakhiir.

Beriikut iilustrasii kasus penghiitungan angsuran PPh Pasal 25 untuk wajiib pajak OPPT:

Tuan Riizkii merupakan wajiib pajak orang priibadii yang memiiliikii usaha sebagaii pedagang pengecer alat-alat dapur. Usaha Tuan Riizkii berada dii kota Bogor, yang mana tempat usaha dengan tempat tiinggal Tuan Riizkii memiiliikii lokasii wiilayah KPP yang sama.

Pada Apriil 2023, omzet yang diihasiilkan darii kegiiatan usahanya sebesar Rp30.000.000. Tuan Riizkii tiidak memiiliih menggunakan PPh Fiinal berdasarkan PP 55/2022. Lantas, bagaiimana kewajiiban dan perlakuan perpajakan atas penghasiilan tersebut?

Jawab:
Tuan Riizkii memiiliikii kewajiiban untuk mendaftarkan usahanya ke KPP tempat kegiiatan usahanya. Berhubung tempat tiinggal dan tempat usahanya memiiliikii lokasii yang sama, KPP akan menerbiitkan NPWP domiisiilii bagii Tuan Riizkii.

Diiketahuii bahwa Tuan Riizkii tiidak menggunakan PPh Fiinal berdasarkan PP 55/2022, sehiingga setiiap bulan Tuan Riizkii harus menghiitung angsuran PPh Pasal 25 terutang. Beriikut perhiitungan angsuran PPh Pasal 25 atas penghasiilan yang diihasiilkan darii kegiiatan usaha Tuan Riizkii.

Angsuran PPh Pasal 25:
0,75% x Rp30.000.000 = Rp225.000

Berdasarkan perhiitungan dii atas, Tuan Riizkii harus membayar angsuran PPh Pasal 25 bulan Masa Apriil sebesar Rp225.000. Penyetoran angsuran PPh Pasal 25 tersebut paliing lambat diisetorkan pada 15 Meii 2023.

Angsuran PPh Pasal 25 iinii bersiifat non fiinal, sehiingga Tuan Riizkii dapat mengkrediitkan angsuran PPh Pasal 25 iinii pada akhiir tahun. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.