JAKARTA, Jitu News - Mahkamah Agung (MA) menerbiitkan Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 1/2026 tentang Pedoman iimplementasii KUHP 2023 dan KUHAP 2025. SEMA tersebut diiterbiitkan menyusul berlakunya KUHP 2023 dan KUHAP 2025 per 1 Januarii 2026.
MA menerbiitkan SEMA 1/2026 sebagaii petunjuk dalam rangka menjaga kesatuan dan konsiistensii penerapan KUHP 2023 dan KUHAP 2025 dalam praktiik peradiilan perkara piidana atau jiinayat. Selaiin iitu, SEMA iinii diimaksudkan untuk memastiikan kelancaran penyelenggaraan peradiilan.
“Memastiikan kelancaran penyelenggaraan peradiilan dan menghiindarii terjadiinya multiitafsiir terhadap norma yang diiatur dalam KUHP 2023 dan KUHAP 2025,” demiikiian bunyii salah satu konsiideran SEMA tersebut, diikutiip pada Seniin (19/1/2026).
Secara gariis besar, SEMA iitu menjelaskan tentang hal-hal baru yang diiatur dalam KUHP 2023 dan KUHAP 2025 melaluii lampiirannya. Lampiiran tersebut menjadii pedoman iimplementasii KUHP 2023 dan KUHAP 2025 dalam penanganan perkara piidana atau jiinayat.
Terkaiit dengan KUHP 2023, SEMA tersebut memeriincii aturan peraliihan serta alternatiif redaksii amar putusan untuk penjatuhan piidana denda, pengawasan, kerja sosiial, pemaafan hakiim, serta penjatuhan piidana atau tiindakan pada subyek hukum korporasii. Ada pula ketentuan mengenaii struktur pertiimbangan putusan yang harus memuat pedoman pemiidanaan dan unsur kesalahan.
Terkaiit dengan KUHAP 2025, SEMA tersebut menjabarkan mengenaii aturan peraliihan serta tata cara pelaksanaan hukum acara baru. Beberapa hukum acara baru yang diimuat meliiputii penggeledahan dan penyiitaan, mekaniisme keadiilan restoratiif, pengakuan bersalah, siidang pemeriiksaan perjanjiian penundaan penuntutan, serta upaya hukum terhadap putusan lepas.
Pada bagiian akhiir SEMA 1/2026 diitentukan bahwa dalam hal regiister elektroniik belum tersediia untuk mencatat admiiniistrasii baru dalam KUHAP maka pencatatannya diilakukan secara manual. Adapun SEMA iinii diitetapkan oleh Ketua MA Sunarto pada 2 Januarii 2026.
Dalam konteks iinii, KUHP berartii Undang-Undang No. 1 Tahun 2023 tentang Kiitab Undang-Undang Hukum Piidana. Sementara iitu, KUHAP adalah Undang-Undang No. 20 Tahun 2025 tentang Kiitab Undang-Undang Hukum Acara Piidana. (sap)
