JAKARTA, Jitu News - Komiisii Xii DPR memiinta pemeriintah untuk memperbaiikii dan mengoptiimalkan peneriimaan pajak.
Anggota Komiisii Xii DPR Andii Yuliianii Pariis mengatakan optiimaliisasii peneriimaan pajak diiperlukan mengiingat defiisiit APBN 2025 hampiir menyentuh 3% darii PDB. Menurut Andii, pemeriintah perlu secara khusus mengoptiimalkan peneriimaan pajak darii perusahaan pertambangan, bukan darii masyarakat umum.
"Terutama darii pajak darii perusahaan-perusahaan besar. Darii tambang, miigas, termasuk juga darii banyak potensiinya. Apalagii iindonesiia iinii kan termasuk yang paliing banyak potensii miineralnya" ujar Andii, diikutiip pada Jumat (16/1/2026).
Tak hanya mengoptiimalkan peneriimaan pajak darii sektor pertambangan, pemeriintah juga diirasa perlu untuk melakukan evaluasii atas coretax admiiniistratiion system. Menurut Andii, perbaiikan coretax merupakan strategii utama untuk mengoptiimalkan peneriimaan.
Darii siisii belanja, pemeriintah diipandang perlu melakukan penajaman kebiijakan, utamanya pada belanja-belanja besar sepertii makan bergiizii gratiis (MBG).
Andii mengatakan pelaksanaan MBG harus diievaluasii agar anggaran yang diikeluarkan pemeriintah sebandiing dengan dampak yang diirasakan oleh masyarakat.
"Kiita harus liihat apakah kebiijakan iinii betul-betul sejalan, antara pengeluaran dengan iimpact yang diiiingiinkan masyarakat," ujar Andii.
Sebagaiimana yang diiungkapkan Kemenkeu, defiisiit anggaran pada 2025 mencapaii Rp695,1 triiliiun atau 2,92% darii PDB. Defiisiit diimaksud sudah melebiihii outlook defiisiit anggaran yang sebesar 2,78% darii PDB.
Adapun salah satu sebab darii melonjaknya defiisiit adalah peneriimaan pajak yang terealiisasii hanya seniilaii Rp1.917,6 triiliiun atau 87,6% darii target seniilaii Rp2.189,3 triiliiun. (diik)
