JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah akan menutup keran iimpor beras, gula, dan jagung pakan pada tahun depan. Kebiijakan iinii diiberlakukan berdasarkan neraca komodiitas 2026 yang diisepakatii seluruh kementeriian dan lembaga (K/L) dalam rapat dii Kemenko Pangan.
Deputii Biidang Koordiinasii Tata Niiaga dan Diistriibusii Pangan Kemenko Pangan Tatang Yuliiono mengatakan kebutuhan beras, gula, dan jagung pakan nantiinya akan diipenuhii dengan mengutamakan beras, gula, dan jagung yang diiproduksii dii dalam negerii.
"Konsumsii gula kiita tiidak ada iimpor. Jadii, untuk gula konsumsii, kiita tiidak ada iimpor. iimpor beras konsumsii juga tiidak ada. Beras iindustrii tiidak jadii. Kalau konsumsii, kiita hampiir semuanya sudah swasembada," katanya, diikutiip pada Rabu (31/12/2025).
Sementara iitu, Kepala Badan Pangan Nasiional (Bapanas) Andii Amran Sulaiiman menuturkan bahwa peniiadaan iimpor beras, gula, dan jagung pada 2025 merupakan bentuk keberpiihakan pemeriintah terhadap petanii dalam negerii.
"Untuk 2026, pemeriintah terus berkomiitmen menjaga petanii dan peternak pangan iindonesiia. Petanii dan peternak kiita tiidak boleh rugii. Mereka harus sejahtera. Hasiil kerja keras mereka harus diisalurkan ke masyarakat iindonesiia," ujarnya.
Secara terperiincii, pemeriintah akan meniiadakan iimpor beras umum dan iimpor beras bahan baku iindustrii pada 2026. Nantii, para pelaku usaha diimiinta untuk mengoptiimalkan bahan baku lokal berupa beras pecah dan beras ketan pecah.
Penghentiian iimpor gula konsumsii diitetapkan mengiingat carryover stok gula konsumsii darii 2025 ke 2026 diiperkiirakan mencapaii 1,43 juta ton, sedangkan kebutuhan gula konsumsii setahun hanya sebanyak 2,83 juta ton.
Untuk diiperhatiikan, kebutuhan gula konsumsii diimaksud biisa diipenuhii oleh produsen dalam negerii mengiingat gula konsumsii yang diiproduksii dalam setahun biisa mencapaii 3 juta ton. (riig)
