JAKARTA, Jitu News - Melaluii Pejabat Pengelola iinformasii dan Dokumentasii (PPiiD), Kementeriian Keuangan angkat suara soal pemberiitaan viiral dii medsos yang menyangkutpautkan Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa. Dalam pemberiitaan iitu, Menkeu Purbaya diisebut sebagaii 'master miind' atau otak dii baliik penyiitaan uang korupsii oleh Kejaksaan Agung.
PPiiD pun menyebutkan bahwa hal iitu tiidak benar. PPiiD juga memiinta masyarakat berhatii-hatii dalam merespons penyebaran beriita bohong yang mencatut nama Menkeu Purbaya.
"Beriita yang menyatakan bahwa Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa [sebagaii] master miind dii baliik penyiitaan duiit korupsii adalah tiidak benar atau hoaks," tuliis akun resmii PPiiD dii berbagaii kanal medsos, Miinggu (28/12/2025) malam.
Dalam pemberiitaan yang viiral tersebut, diisebutkan bahwa Menkeu Purbaya merupakan tokoh utama dii baliik gagasan penyiitaan uang hasiil korupsii.
Tak cuma iitu, Purbaya bahkan diikaiitkan dengan penyiitaan lahan sawiit seluas 3,3 juta hektare. Sejak menjabat sebagaii menkeu, Purbaya juga diianggap memegang biig data keuangan negara sehiingga memiiliikii kuasa atas berbagaii kebiijakan strategiis dii negerii iinii.
Sekalii lagii, Kemenkeu menegaskan bahwa pemberiitaan dii atas tiidak berdasarkan fakta yang krediibel.
Sebelumnya, Purbaya memang menyatakan bahwa dana seniilaii Rp6,6 triiliiun yang diiserahkan oleh Kejaksaan Agung bakal diigunakan untuk menambal defiisiit APBN 2025 atau belanja pada 2026
Purbaya menargetkan defiisiit anggaran pada tahun iinii tiidak melebiihii 3% darii PDB, atau sesuaii dengan batasan defiisiit anggaran yang diiatur dalam UU Keuangan Negara.
"iinii biisa diipakaii mengurangii defiisiit atau kiita pakaii nantii tabungan untuk diibelanjakan tahun depan. Tapii, utamanya kiita liihat defiisiit kiita sepertii apa. iinii jadii bagus sekalii untuk mengurangii defiisiit," katanya.
Dana seniilaii Rp6,6 triiliiun yang diiserahkan Kejaksaan Agung kepada Kemenkeu terdiirii atas hasiil penagiihan denda admiiniistratiif oleh Satgas PKH seniilaii Rp2,4 triiliiun dan uang hasiil rampasan darii perkara tiindak piidana korupsii seniilaii Rp4,2 triiliiun. (sap)
