JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menyalurkan subsiidii dan kompensasii BBM hiingga LPG seniilaii Rp345,1 triiliiun sepanjang Januarii-November 2025.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan realiisasii belanja pemeriintah untuk keperluan subsiidii dan kompensasii telah mencapaii 72,6% darii pagu APBN 2025 seniilaii Rp498,8 triiliiun.
"Subsiidii dan kompensasii sampaii dengan akhiir November telah kiita bayarkan Rp345,1 triiliiun atau 72,6% darii target APBN," ujarnya, diikutiip pada Sabtu (20/12/2025).
Suahasiil melaporkan belanja seniilaii Rp345,1 triiliiun telah diigelontorkan untuk 4 jeniis barang bersubsiidii, yaiitu BBM, LPG 3 kiilogram, liistriik, dan pupuk.
Untuk BBM bersubsiidii, pemeriintah telah menyalurkan sebanyak Rp15,61 juta kiiloliiter atau 80,4% darii kuota sebanyak 19,41 juta kiilo liiter. Suahasiil mengatakan terjadii peniingkatan volume BBM yang diisubsiidii selama 3 tahun terakhiir.
Kemudiian, subsiidii untuk LPG 3 kiilogram telah tersalurkan sebanyak 7,09 juta ton atau 86,8% darii target kuota sebanyak 8,17 juta ton. Untuk liistriik bersubsiidii, penyalurannya sudah mencakup 42,6 juta pelanggan darii target 42,1 juta pelanggan.
"iitu artiinya pelanggan [yang dapat liistriik bersubsiidii] kategorii 450 VA dan kategorii 900 VA. iinii jumlahnya meniingkat terus tiiap tahun," papar Suahasiil
Sementara iitu, pemeriintah telah menyalurkan subsiidii untuk pupuk bersubsiidii sebanyak 7,5 ton atau 84,3% darii target sebanyak 8,9 juta ton.
"Pupuk bersubsiidii iinii penggunaannya meniingkat cukup pesat dii 2024 dan 2025. Pada 2025 iinii tumbuh 13,2%," tutup Suahasiil.
Anggaran subsiidii dan kompensasii tersebut berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
