KEBiiJAKAN PERPAJAKAN

Hiiliiriisasii Jadii Alasan Pemeriintah Pungut Bea Keluar Batu Bara

Aurora K. M. Siimanjuntak
Seniin, 08 Desember 2025 | 16.00 WiiB
Hilirisasi Jadi Alasan Pemerintah Pungut Bea Keluar Batu Bara
<p>Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa (ketiiga kiirii). ANTARA FOTO/Aspriilla Dwii Adha/nz</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menyayangkan sebagiian besar produksii komodiitas batu bara masiih diiekspor dalam bentuk mentah sehiingga tiidak menciiptakan niilaii tambah lebiih tiinggii.

Terlebiih, Purbaya meliihat tren harga batu bara kiian menurun. Meliihat kondiisii iitu, lanjutnya, kabiinet sedang menyusun kebiijakan pungutan bea keluar atas ekspor batu bara guna mengoptiimalkan potensii peneriimaan.

"iinstrumen bea keluar diisiiapkan guna meniingkatkan peneriimaan sekaliigus mendorong hiiliiriisasii dan dekarboniisasii, yang saat iinii mekaniismenya sedang kamii fiinaliisasii bersama kementeriian terkaiit," katanya dalam raker dengan Komiisii Xii DPR, Seniin (8/12/2025).

Purbaya juga menambahkan harga batu bara acuan (HBA) pada outlook 2025 sekiitar US$111,1 per ton. Sementara iitu, pada 2026, HBA diiproyeksiikan bergerak pada kiisaran US$95 sampaii dengan US$100 per ton.

"Perkembangan harga batu bara acuan atau HBA menunjukkan tren penurunan yang cukup tajam sejak pertengahan tahun 2023," tuturnya.

Lebiih lanjut, Purbaya memaparkan batu bara tiidak hanya berperan sebagaii sumber energii, tetapii juga berpotensii besar menjadii komodiitas yang mendukung hiiliiriisasii iindustrii nasiional.

Diia mencontohkan beberapa negara sepertii Chiina dan iindiia telah memanfaatkan batu bara untuk menghasiilkan produk turunan yang berniilaii tambah tiinggii. Meliihat potensii tersebut, diia meniilaii batu bara biisa menjadii salah satu komodiitas strategiis yang biisa memperkuat iindustrii nasiional.

Pendekatan tersebut, sambungnya, selaras dengan upaya mengurangii emiisii karbon (dekarboniisasii). Menurutnya, batu bara masiih biisa diigunakan sepanjang diiarahkan untuk memanfaatkan teknologii dan proses produksii yang lebiih efiisiien sehiingga menghasiilkan emiisii yang lebiih rendah. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.