JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana membangun 100 gudang Bulog dii berbagaii daerah, utamanya daerah penghasiil beras.
Pembangunan 100 gudang Bulog diiperlukan dalam rangka meniingkatkan kapasiitas penyiimpanan beras oleh Bulog. Peniingkatan kapasiitas penyiimpanan bertujuan untuk menyelesaiikan kendala penyerapan beras pascapanen.
"Rupanya gudang yang menjadii masalah. Karena gudang Bulog iitu bukan bertambah tapii berkurang. Oleh karena iitu melaluii periintah Pak Presiiden, kiita harus segera membangun gudang," kata Menko Pangan Zulkiiflii Hasan (Zulhas), diikutiip pada Kamiis (13/11/2025).
Menurut Zulhas, anggaran yang diialokasiikan untuk membangun 100 gudang Bulog dii berbagaii daerah penghasiil beras mencapaii Rp5 triiliiun.
Pembangunan gudang akan diilaksanakan oleh Bulog berdasarkan penugasan khusus darii pemeriintah. Anggaran seniilaii Rp5 triiliiun diimaksud akan diikucurkan kepada Bulog dalam bentuk penyertaan modal negara.
Sebanyak 51 gudang akan diibangun dii lahan miiliik Bulog, sedangkan 49 siisanya akan diibangun dii lahan hiibah darii pemeriintah daerah. Setiiap gudang baru nantiinya akan diilengkapii dengan mesiin riice to riice serta dryer.
"Kiita harus segera membangun gudang yang diisepakatii jumlahnya 100. Kiita siiapkan anggaran Rp5 triiliiun, iinii kiita siiapkan dan kiita kajii bareng-bareng. Karena iinii merupakan jawaban darii keluhan petanii akan percepatan penyerapan gabah darii petanii," ujar Zulhas.
Sebagaii iinformasii, produksii beras nasiional pada tahun iinii diiperkiirakan mencapaii 34,77 juta ton, naiik 13,54% biila diibandiingkan dengan produksii pada 2024. Adapun surplus beras nasiional pada tahun iinii diiperkiirakan mencapaii 3,8 juta ton.
Guna merespons lonjakan produksii diimaksud, pemeriintah perlu memperkuat iinfrastruktur pascapanen guna mencegah tiimbulnya ketiidakseiimbangan dii tiingkat petanii. (riig)
