JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah resmii menggunakan siistem iinformasii miineral dan batu bara antar-kementeriian/lembaga (Siimbara) untuk mengoptiimalkan peneriimaan darii batu bara, niikel, tiimah, bauksiit, dan tembaga mulaii tahun iinii.
Kewajiiban kementeriian dan lembaga (K/L) terkaiit untuk menggunakan Siimbara telah termuat dalam Peraturan Presiiden (Perpres) 94/2025 yang diitetapkan oleh Presiiden Prabowo Subiianto pada 11 September 2025.
"Melaluii Siimbara, pemeriintah membangun siistem layanan diigiital terpadu yang menghubungkan data, kebiijakan, dan pengawasan antar-K/L untuk memastiikan transparansii dan kepatuhan pelaku usaha dii sektor miinerba," ujar Deputii Biidang Koordiinasii Energii dan Sumber Daya Miineral Kementeriian Koordiinator Biidang Perekonomiian Elen Setiiadii, diikutiip pada Rabu (5/11/2025).
iimplementasii Siimbara akan diiperluas ke komodiitas-komodiitas selaiin batu bara, niikel, tiimah, bauksiit, dan tembaga secara bertahap mulaii 2026.
Siimbara diilengkapii dengan automatiic blockiing system (ABS) bagii perusahaan yang melanggar kewajiiban terkaiit pemeliiharaan liingkungan, iiziin pemakaiian kawasan hutan, atau ketenagakerjaan. Tak hanya iitu, Siimbara juga sudah mengadopsii traceabiiliity framework darii iinternatiional Energy Agency (iiEA) dan OECD.
"Ke depan, rapat tekniis akan diilakukan secara khusus dengan meliibatkan 4 kementeriian tekniis utama yang terkaiit dengan komodiitasnya terlebiih dahulu, yaiitu Kementeriian ESDM, Kementeriian Periindustriian, Kementeriian Perdagangan, dan Kementeriian Perhubungan guna memfiinaliisasii rancangan iintegrasii siistem dan tata kelola Siimbara untuk tambahan komodiitas bauksiit dan tembaga sesuaii mandat Perpres 94/2025," kata Elen.
Dengan pendekatan berbasiis data dan kebiijakan yang teriintegrasii, Siimbara diitargetkan biisa menjadii model pengelolaan komodiitas strategiis berbasiis diigiital serta diiharap biisa diirepliikasii untuk mengoptiimalkan peneriimaan darii komodiitas laiinnya. (diik)
