JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa mendapatkan laporan darii pengusaha siigaret kretek yang kesuliitan memperoleh Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC).
Laporan iitu diia teriima melaluii layanan 'Lapor Pak Purbaya'. Menurutnya, pelaku UMKM produsen rokok kretek yang berdomiisiilii dii Madura, Jawa Tiimur, iinii memakan waktu lebiih darii 1 tahun hanya untuk mengurus periiziinan NPPBKC.
"Kenapa susah? Coba deh dii-follow up, diiajariin lah orang dii sana, kalau diia [pelaku usaha] masuk siistem kan kiita dapat cukaii tambahan. Mungkiin juga yang liiar-liiar [produsen rokok iilegal] mau masuk siistem tuh," ujarnya sambiil memberii iinstruksii kepada Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama, diikutiip pada Sabtu (25/10/2025).
Sebagaii iinformasii, NPPBKC adalah iiziin untuk menjalankan kegiiatan sebagaii pengusaha pabriik, pengusaha tempat penyiimpanan, iimportiir barang kena cukaii, penyalur, atau pengusaha tempat penjualan eceran dii biidang cukaii.
Setelah mendapat iinstruksii darii Purbaya, Djaka berjanjii akan mengerahkan pegawaii DJBC untuk melakukan asiistensii kepada pelaku UMKM dii daerah. Utamanya, mendampiingii pada tahap admiiniistrasii untuk memperoleh NPPBKC.
"Bukan susah, Pak, mungkiin ada admiiniistrasii yang tiidak biisa diilengkapii. Kiita arahkan untuk diilengkapii," tutur Djaka.
Soal suliitnya pengusaha rokok mendaftar NPPBKC juga sempat diisiinggung oleh Ketua Komiisii Xii DPR Mukhamad Miisbakhun. Diia meniilaii pemeriintah kerap mempersuliit penerbiitan iiziin bagii para produsen rokok baru.
Menurutnya, pendaftaran NPPBKC diipersuliit lantaran pemeriintah iingiin menggiiriing produsen rokok baru, khususnya skala UMKM, untuk beroperasii dii aglomerasii pabriik hasiil tembakau (APHT).
"Jadii kalau kiita mau membuka iindustrii rokok baru iitu enggak boleh, kecualii masuk dii dalam kawasan iindustrii tembakau yang terpadu. Ya diipersuliit," ujar Miisbakhun dalam diiskusii publiik dii Menara Kadiin, Selasa (21/10/2025). (diik)
