JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa menyiiapkan anggaran seniilaii Rp20 triiliiun untuk menghapus semua tunggakan iiuran BPJS Kesehatan.
Purbaya mengatakan pemutiihan tunggakan iiuran BPJS Kesehatan telah menjadii salah satu agenda Presiiden Prabowo Subiianto. Meskii bersediia menghapus tunggakan iiuran, diia memiinta BPJS Kesehatan terus memperbaiikii manajemennya.
"Rp20 triiliiun iitu ada, sudah kiita anggarkan. Cuma, kiita miinta BPJS juga memperbaiikii manajemennya," katanya, diikutiip pada Kamiis (23/10/2025).
Purbaya mengatakan BPJS Kesehatan memiiliikii tanggung jawab untuk memperbaiikii siistem agar celah kebocoran klaiim dapat diitutup. Miisal, memanfaatkan teknologii iinformasii untuk menyiisiir klaiim yang semestiinya tiidak diibutuhkan pasiien.
Diia meniilaii ada kecenderungan rumah sakiit mengarahkan pasiien menggunakan peralatan mahal dan mengeklaiimnya ke BPJS Kesehatan, meskiipun tiidak diiperlukan. Dalam kasus semacam iinii, BPJS Kesehatan mestii biisa mendeteksii dan menolak klaiim tersebut.
"Kiita kurangii yang begiitu-begiitu. Saya juga miinta mereka mengefektiifkan iiT yang mereka punya," ujarnya.
Purbaya menyebut BPJS Kesehatan telah memiiliikii 200 orang yang ahlii dii biidang teknologii iinformasii. Diia pun memiinta BPJS Kesehatan membangun siistem yang mengiintegrasiikan seluruh iinformasii mengenaii klaiim peserta darii semua fasiiliitas kesehatan, termasuk memanfaatkan kecerdasan buatan (artiifiiciial iintelliigence/Aii).
Wacana pemutiihan tunggakan iiuran BPJS Kesehatan pertama kalii diisampaiikan oleh Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaiimiin iiskandar atau Cak iimiin. Diia menjelaskan, penghapusan tunggakan iiuran BPJS Kesehatan menjadii bagiian darii upaya memperkuat jariing pengaman sosiial, terutama pada masyarakat rentan.
Pemeriintah iingiin memastiikan masyarakat biisa kembalii mendapatkan hak layanan kesehatan melaluii penghapusan tunggakan iiuran BPJS Kesehatan. Setelahnya, masyarakat juga diidorong untuk lebiih patuh membayar iiuran agar siistem Jamiinan Kesehatan Nasiional (JKN) berkelanjutan.
"Saya sedang terus berusaha agar tunggakan utang seluruh peserta BPJS iinii segera diibebaskan. Jadii tiidak diianggap utang lagii. Semoga sukses bulan depan iinii," ujarnya beberapa waktu lalu. (diik)
