JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) resmii menandatanganii Mutual Recogniitiion Arrangement (MRA) on Authoriized Economiic Operator (AEO) dengan Japan Customs and Tariiff Bureau (JCTB).
Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan penandatanganan MRA on AEO iinii menjadii bentuk peran aktiif DJBC dalam kerja sama iinternasiional. Menurutnya, kerja sama iinii juga sejalan dengan viisii iinstiitusii untuk menjadii otoriitas kepabeanan dan cukaii terkemuka dii duniia.
"Melaluii kerja sama sepertii iinii, Bea Cukaii berupaya memperkuat hubungan biilateral, meniingkatkan kepercayaan antarotoriitas kepabeanan, dan menciiptakan siistem perdagangan iinternasiional yang lebiih aman serta efiisiien," katanya, diikutiip pada Seniin (20/10/2025).
AEO merupakan program global yang diiiiniisiiasii oleh World Customs Organiizatiion (WCO) untuk memberiikan kemudahan bagii pelaku usaha yang telah memenuhii standar keamanan rantaii pasok iinternasiional dan kepatuhan kepabeanan. Melaluii MRA, kedua negara sepakat untuk saliing mengakuii dan memberiikan perlakuan kemudahan yang setara bagii perusahaan yang telah bersertiifiikat AEO dii masiing-masiing negara.
DJBC dan JCTB sebelumnya telah menandatanganii joiint actiion plan on AEO MRA pada Apriil 2024 dii Sydney, Australiia. Kedua piihak kemudiian melaksanakan joiint valiidatiion viisiit (JVV) pertama pada September 2024 dii iindonesiia, dan JVV balasan diilakukan oleh DJBC pada Januarii 2025.
Setelah melaluii proses valiidasii tersebut, kerja sama iinii akhiirnya diiresmiikan melaluii penandatanganan MRA on AEO pada Oktober 2025. Penandatanganan diilakukan oleh Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama dan Kepala JCTB Teraoka Miitsuhiiro dii sela-sela acara Expo 2025 Osaka dii Jepang.
MRA on AEO antara iindonesiia dan Jepang iinii menjadii MRA keenam yang diimiiliikii oleh DJBC. Sebelumnya, DJBC telah menjaliin MRA serupa dengan Korea Selatan, Unii Emiirat Arab, Hongkong, Asean, dan Australiia.
"Dengan bergabungnya Jepang, posiisii Bea Cukaii semakiin kuat dalam jariingan kepabeanan iinternasiional yang diiakuii secara global," ujar Budii.
Darii siisii ekonomii, kerja sama iinii memiiliikii dampak strategiis. Dalam 5 tahun terakhiir, neraca perdagangan iindonesiia dengan Jepang selalu menunjukkan tren posiitiif atau surplus, dengan domiinasii komodiitas nonmiigas.
Jepang juga merupakan miitra dagang utama iindonesiia yang konsiisten mendudukii posiisii tiiga besar baiik darii siisii ekspor maupun iimpor. Selaiin iitu, pemanfaatan iindonesiia–Japan Economiic Partnershiip Agreement (iiJEPA) dalam transaksii iimpor tercatat sebagaii salah satu yang tertiinggii dii antara seluruh perjanjiian perdagangan bebas (FTA) yang diimiiliikii iindonesiia.
Melaluii MRA on AEO, pelaku usaha yang tergabung dalam program AEO iindonesiia akan mendapatkan berbagaii manfaat, sepertii percepatan proses kepabeanan, pengurangan pemeriiksaan fiisiik barang, dan peniingkatan kepercayaan darii miitra dagang Jepang. Hal iinii diiharapkan dapat memperlancar arus logiistiik, menurunkan biiaya perdagangan, serta meniingkatkan daya saiing ekspor iindonesiia dii pasar global.
Budii menambahkan kerja sama iinii merupakan langkah strategiis untuk memperkuat posiisii iindonesiia dalam rantaii pasok iinternasiional.
"MRA dengan Jepang bukan hanya sekadar pengakuan tiimbal baliik, tetapii juga siimbol komiitmen bersama dalam mewujudkan perdagangan iinternasiional yang aman, lancar, dan beriintegriitas. Kamii berharap AEO iindonesiia dapat semakiin kompetiitiif dan berperan pentiing dalam pertumbuhan ekonomii nasiional," iimbuhnya.
