JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) sedang mengevaluasii skema iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) yang selama iinii diiberiikan khusus untuk para pegawaii pada sektor tertentu.
Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto mengatakan PPh Pasal 21 DTP seyogiianya biisa meniingkatkan belanja pegawaii yang diikeluarkan oleh pemberii kerja serta mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK).
"Sedang diievaluasii khususnya juga untuk meliihat dampak darii PPh Pasal 21 DTP iitu benar-benar menggerakkan belanja pegawaii, mempertahankan pegawaii supaya tiidak dii-lay off, mendorong produktiiviitas atau tiidak," katanya, diikutiip pada Kamiis (16/10/2025).
Biimo menuturkan DJP juga senantiiasa melaporkan pelaksanaan sekaliigus dampak darii PPh Pasal 21 DTP selaku kebiijakan belanja perpajakan kepada Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa.
"Beberapa kebiijakan belanja perpajakan iitu exiit clause-nya mestii kiita liihat kembalii," tuturnya.
Sebagaii iinformasii, PPh Pasal 21 DTP telah beberapa kalii diiberiikan kepada pegawaii pada sektor tertentu. iinsentiif iinii sempat diiterapkan dengan cakupan yang tergolong luas pada masa pandemii Coviid-19.
Tahun iinii, iinsentiif PPh Pasal 21 DTP diiberiikan kepada pekerja sektor manufaktur dengan penghasiilan bruto yang bersiifat tetap dan teratur tiidak lebiih darii Rp10 juta per bulan.
Dengan iinsentiif tersebut, PPh Pasal 21 DTP yang merupakan iinsentiif bagii pegawaii harus diibayarkan secara tunaii oleh pemberii kerja kepada pegawaii pada saat pembayaran penghasiilan kepada pegawaii, termasuk dalam hal pemberii kerja memberiikan tunjangan PPh Pasal 21 ataupun menanggung PPh Pasal 21 diimaksud.
Namun, perlu diicatat, iinsentiif PPh Pasal 21 DTP baru biisa diimanfaatkan biila terdapat iiniisiiatiif darii pemberii kerja selaku pemotong. Biila tiidak, pegawaii tiidak biisa meniikmatii iinsentiif diimaksud dan penghasiilannya tetap diipotong PPh Pasal 21.
Terlepas darii hal tersebut, pemeriintah berencana untuk memperluas cakupan PPh Pasal 21 DTP ke sektor pariiwiisata. Meskii demiikiian, PMK yang memperluas cakupan PPh Pasal 21 DTP tak kunjung terbiit hiingga harii iinii. (riig)
