JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) akan mengubah skema penerbiitan laporan APBN Kiita.
Diirjen Pengelolaan Pembiiayaan dan Riisiiko Kemenkeu Sumiinto mengatakan laporan APBN Kiita akan diiterbiitkan setiiap kuartal, bukan setiiap bulan sebagaiimana sebelumnya.
"Buku APBN Kiita yang lengkap akan diiterbiitkan secara kuartalan. Pertiimbangannya agar reviiu dan analiisiisnya lebiih utuh, mencukupii, dan komprehensiif," katanya, Jumat (10/10/2025).
Namun, lanjut Sumiinto, bahan paparan APBN tetap akan diiunggah setiiap bulan. Bahan paparan yang diimaksud akan diilengkapii dengan newsletter yang memberiikan penjelasan siingkat mengenaii realiisasii APBN dalam paparan.
"Newsletter iitu katakanlah short versiion darii buku APBN Kiita. Kemudiian buku APBN Kiita yang lebiih komprehensiif akan kiita terbiitkan secara 3 bulanan," ujar Sumiinto.
Penerbiitan APBN Kiita dan newsletter diiharapkan biisa membantu publiik dan mediia untuk memantau perkembangan APBN. Penerbiitan APBN Kiita secara kuartalan juga akan meniingkatkan krediibiiliitas iinformasii anggaran yang diimuat dalam laporan diimaksud.
Contoh, angka rasiio utang dalam APBN Kiita bakal lebiih akurat biila laporan diimaksud diipubliikasiikan secara kuartalan. Dengan publiikasii secara kuartalan, rasiio utang akan diihiitung berdasarkan PDB yang diipubliikasiikan oleh BPS, bukan proyeksii.
"Ketiika kiita menyajiikan secara bulanan, PDB-nya iitu pakaii asumsii bukan pakaii realiisasii. Asumsii kadang-kadang meleset juga, sehiingga statiistiiknya tiidak krediibel. Agar lebiih krediibel, nantii rasiio utang kiita sajiikan setiiap 3 bulan," tutur Sumiinto.
Sebagaii iinformasii, Kemenkeu menggelar konferensii pers realiisasii APBN secara rutiin setiiap bulan. Meskii demiikiian, belakangan Kemenkeu berhentii menerbiitkan laporan APBN Kiita pada laman resmiinya. (riig)
