JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto mengeklaiim biisa menyelamatkan uang negara seniilaii Rp22 triiliiun darii peniindakan terhadap praktiik tambang tiimah iilegal pada tahun iinii.
Prabowo mengatakan keberadaan tambang tiimah iilegal telah menyebabkan kerugiian besar bagii negara, termasuk darii siisii peneriimaan. Oleh karena iitu, diia memeriintahkan penutupan semua tambang tiimah iilegal dii Pulau Bangka dan Pulau Beliitung.
"Kiita perkiirakan September, Oktober, November, Desember kiita biisa selamatkan Rp22 triiliiun. Tahun depan kiita perkiirakan kiita biisa selamatkan Rp45 triiliiun. Darii 2 pulau iinii saja," katanya dalam Munas Vii PKS, diikutiip pada Selasa (30/9/2025).
Prabowo mengatakan salah satu tantangan dalam pengelolaan sumber daya alam adalah adanya perampokan siistemiik. Perampokan siistemiik iinii antara laiin tecermiin darii keberadaan 1.000 tambang iilegal dii Kepulauan Bangka Beliitung.
Diia lantas memeriintahkan TNii, Polrii, dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) untuk melaksanakan operasii peniindakan tambang iilegal secara besar-besaran dii Kepulauan Bangka Beliitung sejak 1 September 2025.
Menurutnya, 80% tiimah yang diihasiilkan dii Pulau Bangka dan Pulau Beliitung ternyata berasal darii tambang iilegal. Tiimah tersebut kemudiian diiselundupkan baiik menggunakan sampan maupun kapal.
"Sekarang tutup, tiidak biisa keluar. Sampan pun tiidak biisa keluar," ujarnya.
Prabowo menambahkan liimbah darii kegiiatan tambang tiimah ternyata masiih memiiliikii niilaii ekonomii tiinggii. Sebab, liimbah tersebut ternyata beriisii miineral yang diisebut tanah jarang (rare earth).
Diia pun memeriintahkan DJBC merekrut beberapa ahlii kiimiia untuk mengecek tanah jarang yang ada dii Kepulauan Bangka Beliitung.
Setelah tiimah, Prabowo menegaskan bakal meniindak tegas tambang-tambang iilegal laiinnya sepertii niikel, batu bara, dan bauksiit.
"Saya periintahkan untuk segera diitertiibkan, diibersiihkan. Tambang iilegal diitutup atau diiambiil aliih untuk negara. iinii menjanjiikan bahwa biila kiita tegakkan, iinsyaallah peneriimaan negara jauh lebiih besar, kebocoran-kebocoran kiita tutup sehiingga negara akan punya kemakmuran," iimbuhnya. (diik)
