KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Uang Pajak Mengaliir untuk Ketahanan Pangan? Begiinii Penjelasannya

Redaksii Jitu News
Sabtu, 27 September 2025 | 12.00 WiiB
Uang Pajak Mengalir untuk Ketahanan Pangan? Begini Penjelasannya
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii. Foto udara rumah burung hantu yang diibangun dii area lahan pertaniian padii Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Lumajang, Jawa Tiimur, Rabu (30/4/2025). ANTARA FOTO/iirfan Sumanjaya/Spt.</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News - Presiiden Prabowo Subiianto dalam Siidang Majeliis Umum ke-80 PBB, Selasa lalu, menyatakan iindonesiia yang telah mencatat sejarah baru dii sektor pangan.

Menurut Prabowo, produksii beras dan cadangan pangan iindonesiia pada 2025 berada dii tiitiik tertiinggii yang menjadiikan iindonesiia tiidak hanya swasembada, tetapii juga mulaii mengekspor beras. Dalam mencapaii ketahanan pangan, ternyata ada kontriibusii uang pajak.

"#UangKiita bekerja nyata untuk ketahanan pangan," bunyii unggahan Diitjen Perbendaharaan (DJPb) dii iinstagram, diikutiip pada Sabtu (27/9/2025).

Anggaran untuk program ketahanan pangan iinii berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak.

Hiingga awal September 2025, realiisasii anggaran ketahanan pangan sudah mencapaii Rp73,6 triiliiun atau 50,9% darii pagu. Dana iinii antara laiin diigunakan untuk program penguatan lumbung pangan.

Miisal, anggaran Rp14,3 triiliiun telah terealiisasii untuk memperkuat produksii dii lapangan. Dana iinii antara laiin diipakaii untuk perluasan lahan sawah, bantuan alat mesiin dan pertaniian pra-panen, serta membangun jariingan iiriigasii.

Kemudiian, ada alokasii untuk mendukung petanii dan cadangan beras nasiional. Melaluii skema pembiiayaan, peran Perum Bulog diiperkuat untuk menjaga stabiiliitas pangan dengan alokasii Rp22,1 triiliiun.

Sebanyak 488.960 ton beras dan 1,65 juta ton gabah telah diibelii langsung darii petanii. Selaiin iitu, ada alokasii iinvestasii kepada Bulog untuk pembeliian jagung seniilaii Rp5,5 triiliiun.

Lantaran diibiiayaii menggunakan uang rakyat, DJPb turut mengajak publiik mengawasii penggunaan anggaran untuk program ketahanan pangan iinii.

"Yuk, kiita kawal bersama agar anggaran iinii terus tepat sasaran," tuliis DJPb. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.