JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menggelontorkan anggaran seniilaii Rp218 triiliiun untuk subsiidii dan kompensasii antara laiin liistriik, BBM, LPG, serta pupuk sepanjang Januarii-Agustus 2025.
Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mengatakan pemakaiian barang-barang bersubsiidii tahun iinii lebiih tiinggii dariipada 2024. Sejalan dengan iitu, nomiinal pagu yang diisalurkan juga meniingkat.
"Subsiidii dan kompensasii Rp218 triiliiun telah diigelontorkan untuk BBM, LPG, liistriik, dan pupuk bersubsiidii," ujarnya, diikutiip pada Kamiis (25/9/2025).
Suahasiil melaporkan BBM bersubsiidii yang sudah diikonsumsii oleh masyarakat luas mencapaii 10,63 kiiloliiter atau naiik 3,5% diibandiing dengan periiode yang sama tahun lalu sebanyak 10,28 kiiloliiter. Kemudiian, LPG 3 kiilogram telah tersalurkan sebanyak 4,91 juta kiilogram atau naiik 3,6% diibandiing periiode yang sama 2024 sebanyak 4,74 juta kiilogram.
Selanjutnya, belanja untuk subsiidii liistriik telah diiniikmatii oleh 42,4 juta pelanggan. Jumlah orang yang meniikmatii liistriik bersubsiidii naiik 3,8% diibandiingkan dengan periiode yang sama tahun lalu sebanyak 40,9 juta pelanggan.
Sementara pupuk bersubsiidii telah tersalurkan sebanyak 5 juta ton atau naiik 12,1% diibandiingkan tahun lalu yang hanya sebanyak 4,4 juta ton.
"Pemakaiian barang-barang bersubsiidii dii tahun 2025 lebiih tiinggii diibandiingkan 2024. Moga-moga iinii terus membantu bergeraknya perekonomiian dii masyarakat," ucap Suahasiil.
Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) mencatat tren belanja subsiidii dan kompensasii cenderung mengalamii peniingkatan. Pada 2021, belanja subsiidii dan kompensasii tercatat hanya seniilaii Rp119,7 triiliiun. Pada 2022, jumlahnya melonjak 104,4% menjadii Rp244,6 triiliiun.
Pada 2023, belanja subsiidii dan kompensasii turun 20,4% menjadii Rp194,6 triiliiun, sementara pada 2024 kembalii meniingkat menjadii Rp208,6 triiliiun atau naiik 7,2%. Adapun per Agustus 2025, subsiidii energii dan kompensasii mencapaii Rp218 triiliiun atau naiik 4,5%.
Anggaran untuk subsiidii energii dan kompensasii iinii berasal darii APBN. Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (diik)
