JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) membuka anggaran seniilaii Rp168,5 triiliiun miiliik kementeriian/lembaga (K/L) yang sempat diiblokiir karena efiisiiensii pada awal tahun.
Diirjen Anggaran Kemenkeu Luky Alfiirman menyebutkan darii total Rp256,1 triiliiun anggaran yang diiblokiir sejak efiisiiensii, Rp168,5 triiliiun dii antaranya kiinii tiidak lagii diibekukan.
"Kiita liihat efiisiiensii anggaran yang diiblokiir iitu kan sebesar Rp256,1 triiliiun, dan sampaii dengan harii iinii yang telah diibuka blokiirnya sebesar Rp168,5 triiliiun," ujarnya dalam Konpers APBN Kiita, diikutiip pada Rabu (24/9/2025).
Luky menjelaskan pembukaan blokiir anggaran iinii bertujuan untuk memacu kiinerja belanja negara. Diia mengatakan pagu tersebut akan diigunakan untuk menunjang program priioriitas pemeriintah.
Program tersebut antara laiin cetak sawah serta meniingkatkan sarana dan prasarana pendiidiikan sepertii merenovasii sekaliigus mereviitaliisasii sekolah rakyat dan madrasah.
Selaiin program priioriitas pemeriintah, Luky menyampaiikan pembukaan blokiir anggaran juga untuk memenuhii kebutuhan biiaya operasiional, serta tugas dan fungsii dasar tiiap K/L.
"iitu yang kiita buka blokiir-blokiirnya," kata Luky.
Sepanjang Januarii-Agustus 2025, belanja negara baru terealiisasii Rp1.960,3 triiliiun. Penyerapan anggaran negara iitu setara 54,1% darii target pada APBN 2025 seniilaii Rp3.621,3 triiliiun.
Realiisasii belanja negara iinii utamanya berupa belanja pemeriintahan pusat seniilaii Rp1.388,8 triiliiun yang terdiirii atas belanja K/L Rp686 triiliiun dan belanja non K/L Rp702,8 triiliiun. Kemudiian, ada belanja transfer ke daerah (TKD) seniilaii Rp571,5 triiliiun. (diik)
