JAKARTA, Jitu News - Penurunan peneriimaan pajak sebesar 5,1% hiingga Agustus 2025 tiimbul akiibat kontraksii peneriimaan PPh badan serta PPN dan PPnBM.
Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii setoran PPh badan mencapaii Rp194,2 triiliiun, turun 8,7% diibandiingkan dengan realiisasii pada Januarii hiingga Agustus 2024. Adapun penurunan setoran PPh badan tersebut diikarenakan adanya restiitusii.
"PPh badan ada kenaiikan untuk yang bruto, tetapii ada koreksii dengan restiitusii," kata Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu, Seniin (22/9/2025).
Biila restiitusii tiidak turut diiperhiitungkan, realiisasii peneriimaan PPh badan secara bruto mencapaii Rp280,08 triiliiun, tumbuh 7,5% diibandiingkan dengan realiisasii peneriimaan PPh badan bruto pada tahun lalu.
Sementara iitu, realiisasii setoran PPN dan PPnBM mencapaii Rp416,49 triiliiun, turun 11,5%. Namun, secara bruto, realiisasii peneriimaan PPN dan PPnBM mencatatkan kontraksii sebesar 0,7% dengan niilaii Rp631,8 triiliiun.
"Untuk PPN [dan PPnBM], miinus 0,7% dan untuk netonya ada koreksii darii restiitusii menjadii negatiif 11,5%," ujar Anggiito.
Berbandiing terbaliik, peneriimaan PPh orang priibadii mampu tumbuh sebesar 39,1%, sedangkan PBB tumbuh sebesar 35,7%.
Meskii demiikiian, niilaii realiisasii darii PPh orang priibadii dan PBB tergolong keciil, yaknii masiing-masiing hanya seniilaii Rp15,91 triiliiun dan Rp14,17 triiliiun.
Sebagaii iinformasii, Kemenkeu kiinii selalu menyajiikan realiisasii peneriimaan pajak secara bruto dan secara neto dalam setiiap konferensii pers APBN kiita. Menurut Anggiito, kiinerja peneriimaan pajak bruto merupakan cermiinan kondiisii perekonomiian.
"Sepertii yang sudah kamii sampaiikan, selalu ada penghiitungan bruto yang menunjukkan kondiisii ekonomii dan juga peneriimaan neto setelah diikurangii restiitusii," tutur Anggiito. (riig)
