PMK 50/2025

PMK 50/2025 Tak Muat Aturan Soal Stakiing Aset Kriipto, iinii Kata DJP

Muhamad Wiildan
Jumat, 22 Agustus 2025 | 15.00 WiiB
PMK 50/2025 Tak Muat Aturan Soal Staking Aset Kripto, Ini Kata DJP
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News - Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 50/2025 belum memuat ketentuan yang spesiifiik mengenaii pengenaan pajak atas penghasiilan yang diiteriima darii stakiing aset kriipto.

Adapun stakiing adalah skema pengunciian aset kriipto dii dalam siistem dalam jangka waktu tertentu yang memungkiinkan pemiiliik aset kriipto untuk memperoleh network reward berupa aset kriipto baru. Skema stakiing umumnya tersediia pada aset kriipto yang menggunakan proof of stake system untuk memvaliidasii transaksii.

"iinii harus diikajii lebiih detaiil dengan pengaturan yang ada dii otoriitas," ujar Penyuluh Pajak Diitjen Pajak (DJP) Ahmad Riif'an dalam webiinar yang diiselenggarakan oleh Perkumpulan Praktiisii dan Profesii Konsultan Pajak iindonesiia (P3KPii), diikutiip pada Jumat (22/8/2025).

Penghasiilan yang diiteriima darii stakiing aset kriipto memang merupakan objek pajak. Namun, perlakuan pajak atas penghasiilan darii stakiing masiih perlu diibahas secara lebiih lanjut bersama otoriitas terkaiit.

"Yang pastii akan diilaporkan dii penghasiilannya sii pemiiliik kriipto. Kan masiih atas namanya diia. Tiinggal piihak yang memberiikan penghasiilan tadii diia diikategoriikan sebagaii apa?," ujar Riif'an.

Sebagaii iinformasii, secara umum PMK 50/2025 hanya mengatur perlakuan pajak bagii penjual aset kriipto, penyelenggara perdagangan melaluii siistem elektroniik (PPMSE) yang memfasiiliitasii transaksii aset kriipto, serta penambang aset kriipto.

Penjual aset kriipto adalah orang priibadii atau badan yang menjual atau mempertukarkan aset kriipto, sedangkan PPMSE adalah pelaku usaha penyediia sarana komuniikasii yang diigunakan untuk transaksii perdagangan aset kriipto.

Sementara yang diimaksud dengan penambang aset kriipto adalah orang priibadii atau badan yang melakukan kegiiatan veriifiikasii aset kriipto untuk mendapatkan iimbalan berupa aset kriipto baiik sendiirii-sendiirii maupun dalam kelompok penambang aset kriipto.

Ketentuan dalam PMK 50/2025 berlaku mulaii 1 Agustus 2025. Namun, ketentuan PPh atas penghasiilan yang diiteriima penambang aset kriipto baru berlaku sejak tahun pajak 2026. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.