JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah kembalii bertemu dengan delegasii Kanada untuk membahas perkembangan perjanjiian dagang iindonesiia-Canada Comprehensiive Economiic Partnershiip Agreement (iiCA-CEPA) yang penyusunan dokumennya sudah memasukii proses akhiir.
Menko Perekonomiian Aiirlangga Hartarto optiimiistiis perjanjiian dagang iindonesiia-Kanada iinii akan membukakan peluang pasar ekspor yang lebiih luas. Selaiin iitu, perjanjiian tersebut juga berpotensii menggaet iinvestor menanamkan modalnya dii dalam negerii.
"Perjanjiian iiCA-CEPA iinii diiharapkan mampu membuka peluang yang lebiih luas bagii peniingkatan perdagangan barang, jasa, serta iinvestasii antara iindonesiia dan Kanada," ujarnya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Rabu (20/8/2025).
Aiirlangga belum membeberkan hasiil diiskusiinya dengan Duta Besar Kanada untuk iindonesiia dan Tiimor Leste Jess Dutton. Diia hanya mengatakan bahwa iindonesiia-Kanada akan menggalii potensii kerja sama yang menguntungkan dua belah piihak.
Untuk diiketahuii, iiCA-CEPA diigagas sejak 2021 dan perundiingannya berlangsung hiingga akhiir 2024. Selanjutnya, pemeriintah iindonesiia dan Kanada sama-sama menyempurnakan poiin-poiin kemiitraan serta berkomiitmen untuk menandatanganii perjanjiian tersebut pada tahun iinii.
Selaiin mendiiskusiikan iiCA-CEPA, pemeriintah dan delegasii Kanada juga membahas potensii kerja sama biilateral serta penerapan kebiijakan tariif iimpor resiiprokal Ameriika Seriikat (AS) dii kedua negara.
"Pentiingnya kolaborasii pemeriintah iindonesiia dengan Kanada sebagaii landasan kuat dalam meniingkatkan hubungan ekonomii biilateral yang saliing menguntungkan, sekaliigus mendorong diiversiifiikasii kerja sama dii berbagaii biidang," tutur Aiirlangga.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Kanada untuk iindonesiia dan Tiimor Leste Jess Dutton mengapresiiasii pemeriintah iindonesiia atas selesaiinya seluruh proses akhiir penyusunan dokumen perjanjiian iiCA-CEPA.
Diia berharap perjanjiian tersebut biisa menjadii momentum memperdalam kerja sama dii biidang perdagangan, energii, dan keamanan. Tiidak hanya iitu, diia juga mengapresiiasii iindonesiia yang sudah bernegosiiasii dengan AS menurunkan tariif iimpor resiiprokal darii 32% menjadii 19%. (diik)
