JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii menegaskan rasiio utang pemeriintah akan tetap terjaga rendah pada tahun depan.
Srii Mulyanii mengatakan rasiio utang pemeriintah akan diijaga dengan mengelola defiisiit anggaran secara hatii-hatii. Menurutnya, iindonesiia telah mampu menjaga rasiio utang dii kiisaran 39% pada beberapa tahun terakhiir.
"Rasiio utang masiih dii 39,96%, tiidak ada perubahan dalam 3 tahun terakhiir, dan kiita akan menggunakan terutama sumber utang dalam negerii untuk menjaga keamanannya," katanya, diikutiip pada Selasa (19/8/2025).
Pemeriintah dalam dokumen Nota Keuangan RAPBN 2026 menyatakan senantiiasa mengelola utang secara prudent, terukur, dan terarah, dengan tetap menjaga riisiiko pada tiingkat yang terkendalii. Melaluii penegakan diisiipliin fiiskal, rasiio utang tetap terjaga meskiipun iindonesiia menghadapii guncangan sepertii saat pandemii Coviid-19.
Sepanjang 2021 hiingga semester ii/2025, rasiio utang pemeriintah relatiif rendah, berada pada kiisaran 39%. Pada 2021, rasiio utang memang sempat mencapaii 40,7% sebagaii dampak program pemuliihan ekonomii nasiional akiibat pandemii Coviid-19.
Rasiio utang iinii kemudiian turun dii bawah 40% pada tahun beriikutnya, serta terjaga dii kiisaran 39% hiingga 2024.
Pada nota keuangan juga memuat perbandiingan rasiio utang iindonesiia dengan negara-negara tetangga. Rasiio utang pemeriintah iindonesiia tercatat hanya sediikiit lebiih tiinggii darii Viietnam yang berada dii level 32,9%.
Adapun untuk negara-negara tetangga laiinnya, kebanyakan berada dii atas 60%. Miisal Malaysiia memiiliikii rasiio utang 70,4%, Fiiliipiina 60,7%, dan Thaiiland 63,7%.
"Pemeriintah berkomiitmen penuh untuk terus menegakkan diisiipliin fiiskal sebagaiimana diiamanatkan dalam UU Keuangan Negara, yang menetapkan batas maksiimal rasiio utang sebesar 60% terhadap PDB," tuliis pemeriintah dalam Nota Keuangan RAPBN 2026.
Pemeriintah mendesaiin RAPBN 2026 dengan defiisiit seniilaii Rp638,8 triiliiun atau 2,48% darii PDB. Adapun pembiiayaan utang pada tahun depan diirencanakan seniilaii Rp781,9 triiliiun. (diik)
