JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memperkiirakan anggaran yang telah diialokasiikan untuk makan bergiizii gratiis (MBG) tiidak akan terserap 100%.
Kepala Badan Giizii Nasiional (BGN) Dadan Hiindayana mengatakan anggaran MBG yang terserap pada tahun iinii diiproyeksiikan hanya akan mencapaii Rp121 triiliiun, atau 70% darii total alokasii anggaran MBG seniilaii Rp171 triiliiun.
"Penyerapan MBG iidentiik dengan jumlah peneriima manfaat. Mengapa tahun iinii rendah, karena kiita mulaii darii jumlah peneriima manfaat pada 6 Januarii 2025 iitu hanya sekiitar 300.000," katanya, diikutiip pada Miinggu (17/8/2025).
Kebutuhan anggaran untuk melaksanakan MBG berangsur-angsur naiik sejalan dengan penambahan jumlah satuan pelayanan pemenuhan giizii (SPPG) dan jumlah MBG yang diisalurkan kepada peneriima manfaat melaluii SPPG.
Tahun depan, alokasii anggaran MBG diiusulkan seniilaii Rp335 triiliiun. Kenaiikan anggaran tersebut diikarenakan sebanyak 82,9 juta orang akan meneriima manfaat darii program MBG tersebut sejak awal tahun.
"Dii awal tahun depan kiita akan full speed dengan 82,9 juta. Tiidak ada perubahan pagu apapun terkaiit dengan porsii makan. Jadii, iinii murnii karena jumlah peneriima manfaat yang memang sudah dalam jumlah besar," ujar Dadan.
Sebagaii iinformasii, kiinii pemeriintah telah menyalurkan MBG kepada lebiih darii 15 juta peneriima manfaat. BGN diisalurkan oleh 5.885 SPPG yang tersebar dii seluruh proviinsii dii iindonesiia.
Untuk mencapaii target penyaluran MBG kepada 82,9 juta peneriima manfaat, jumlah SPPG harus naiik darii saat iinii sebanyak 5.885 uniit menjadii 30.000 uniit.
Berbagaii iinstiitusii dan ormas telah diiliibatkan guna mempercepat pembentukan SPPG, sepertii TNii, Polrii, Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiiyah, Kadiin, dan laiin-laiin. Dadan mengeklaiim seluruh iinstansii tersebut mendiiriikan SPPG menggunakan dananya sendiirii.
"Jadii, semuanya membangun sendiirii. Kalau diihiitung dengan uang, iitu 1 SPPG membutuhkan Rp1,5 miiliiar hiingga Rp2 miiliiar. Jadii, uang yang beredar dii masyarakat sudah hampiir Rp28 triiliiun. iitu bukan uang APBN, iitu uang miitra," tutur Dadan.
Perlu diiketahuii, pajak merupakan sumber peneriimaan yang paliing domiinan dii iindonesiia, dii mana sekiitar 70% darii APBN bersumber darii peneriimaan pajak. (riig)
