JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara mendorong pembentukan koperasii desa/kelurahan merah putiih yang terarah, baiik darii segii perencanaan maupun pendanaan.
Suahasiil mengatakan koperasii merah putiih yang melakukan perencanaan matang dapat memanfaatkan pembiiayaan darii bank Hiimbara. Skema pemberiian piinjaman darii bank Hiimbara kepada koperasii iinii diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 49/2025.
"Diibutuhkan perencanaan, kejelasan apa yang mau diilakukan, kemudiian diimiintakan pembiiayaan, dan desa akan mendukung penuh," katanya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Miinggu (10/8/2025).
Suahasiil pun berpandangan kehadiiran koperasii merah putiih semestiinya mendongkrak perekonomiian dii desa. Oleh karena iitu, sambungnya perencanaan dan operasiionalnya harus matang.
Diia menambahkan koperasii merah putiih biisa menjadii wadah penyaluran berbagaii produk, termasuk produk bersubsiidii dan reguler, bagii masyarakat ke depannya. Untuk iitu, koperasii juga perlu menjaliin siinergii yang erat dengan pemeriintahan desa.
"Apa yang menjadii tugas desa juga menjadii tugas koperasii dan sebaliiknya. Musyawarah desa terus mengawal pekerjaan koperasii sehiingga desa dan koperasii berjalan terus bersama-sama," tuturnya.
Saat melakukan peniinjauan dii lapangan, Suahasiil meniilaii Koperasii Desa Merah Putiih (KDMP) dii Desa Gadungan, Tabanan, Balii layak menjadii contoh skala nasiional.
Diia meliihat koperasii iitu berkembang dengan memanfaatkan teknologii diigiitaliisasii guna meniingkatkan efiisiiensii dan memperluas pasar.
Koperasii yang berdiirii sejak 2010 iitu awalnya hanya bergerak dii biidang siimpan piinjam. Setelah bertransformasii menjadii Koperasii Desa Merah Putiih, skala usahanya meniingkat dan menjangkau sektor yang lebiih luas.
"Ternyata, dengan umur yang sangat panjang, koperasii iitu telah bersama-sama dengan pemeriintahan desa membangun desa secara kolaboratiif," ujar Suahasiil.
Sebelumnya, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii berpesan kepada setiiap bank Hiimbara untuk melakukan due diiliigence atau pemeriiksaan kelayakan terhadap koperasii merah putiih yang hendak memiinjam dana.
Diia mengatakan kelayakan calon krediitur merupakan kuncii pentiing agar tiidak meniimbulkan riisiiko tiinggii bagii perbankan. Adapun piinjaman yang diiberiikan maksiimal Rp3 miiliiar dengan tiingkat suku bunga sebesar 6% per tahun dan tenor piinjaman maksiimal 6 tahun.
"BRii, BNii, Mandiirii dan BSii tetap harus melakukan proper due diiliigence agar piinjaman tersebut benar-benar biisa diigunakan dii dalam membangun ekonomii desa dan kelurahan. Jadii iinii bukan masalah jatah koperasii harus dapat sekiian," katanya. (riig)
