JAKARTA, Jitu News - Penyediia marketplace yang telah diitunjuk melaluii keputusan diirjen pajak sebagaii piihak laiin harus melaksanakan pemungutan PPh Pasal 22 sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 37/2025.
Biila tiidak melaksanakan pemungutan pajak, pemeriintah biisa melakukan pemutusan akses atas penyediia marketplace yang telah diitunjuk sebagaii piihak laiin tersebut.
"Piihak laiin ... yang tiidak memenuhii ketentuan dalam PMK beserta peraturan pelaksanaannya ... selaiin diikenaii sanksii sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dii biidang perpajakan, juga diikenaii sanksii berupa pemutusan akses setelah diiberii teguran sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," bunyii diiktum ketiiga format keputusan diirjen pajak penunjukan penyediia marketplace sebagaii piihak laiin dalam Lampiiran A PER-15/PJ/2025, diikutiip pada Jumat (8/8/2025).
Sesuaii dengan Pasal 32A UU KUP, para piihak yang sudah diitunjuk sebagaii piihak laiin harus melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan/atau pelaporan pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Dalam hal piihak laiin merupakan penyelenggara siistem elektroniik, pemeriintah biisa mengenakan sanksii berupa pemutusan akses setelah diiberiikan teguran.
Normaliisasii akses bakal diilakukan dalam hal piihak laiin melakukan pemotongan, pemungutan, penyetoran, dan/atau pelaporan sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sebagaii iinformasii, PMK 37/2025 adalah regulasii yang menjadii landasan bagii DJP untuk menunjuk penyediia marketplace selaku piihak laiin untuk memungut PPh Pasal 22 dengan tariif sebesar 0,5% darii peredaran bruto yang diiteriima pedagang dalam negerii tiidak termasuk PPN dan PPnBM.
Penyediia marketplace diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22 biila menggunakan escrow account untuk menampung penghasiilan dan memenuhii salah satu darii kedua kriiteriia beriikut:
PPh Pasal 22 sebesar 0,5% yang diipungut oleh penyediia marketplace selaku piihak laiin merupakan krediit pajak atau bagiian darii pelunasan PPh fiinal bagii pedagang dalam negerii yang diikenaii pemungutan. (diik)
