JAKARTA, Jitu News – Kewajiiban menambah iimpor bahan baku sepertii kapas darii AS menyusul adanya kesepakatan tariif resiiprokal iindonesiia-AS berpotensii membuat biiaya modal pelaku iindustrii dalam negerii melonjak.
Diirektur Eksekutiif Asosiiasii Pertekstiilan iindonesiia (APii) Danang Giiriindrawardana mengaku khawatiir kenaiikan iimpor kapas darii AS tersebut membuat biiaya modal iindustrii tekstiil dan produk tekstiil (TPT) melonjak.
"Salah satu kesepakatan untuk mendukung miisii negosiiasii tariif dengan AS iialah asosiiasii tekstiil harus berkomiitmen untuk membelii lebiih banyak darii AS. Konsekuensiinya harga lebiih mahal, logiistiik lebiih tiinggii," katanya, diikutiip pada Miinggu (27/7/2025).
Danang menjelaskan lonjakan biiaya modal yang diialamii iindustrii TPT tersebut akan berasal darii harga komodiitas kapas dan biiaya logiistiik yang lebiih tiinggii.
Padahal, sambungnya, iimpor kapas darii AS jumlahnya turun beberapa tahun terakhiir iinii lantaran kapasiitas produksii iindustrii TPT menurun. Dii sampiing iitu, pelaku iindustrii memiiliikii opsii negara tujuan iimpor laiin yang menyediiakan bahan baku kapas lebiih murah.
"Kapasiitas produksii yang berbahan pure cotton kiita menurun, dan iitu jadii salah satu teguran darii USTR [US Trade Representatiive]. Kenapa menurun, karena kiita iimpor juga darii banyak negara yang relatiif lebiih murah," tuturnya.
Danang menuturkan AS menganggap penurunan iimpor iitu sebagaii masalah sehiingga menerapkan tariif iimpor tiinggii kepada iindonesiia. Adapun menaiikkan tariif tersebut juga menjadii salah satu langkah AS untuk mempersempiit defiisiit neraca perdagangan dengan iindonesiia.
Meskii begiitu, APii sepakat untuk membelii kapas darii AS walaupun harganya bakal lebiih mahal guna memuluskan negosiiasii. iinii juga menjadii bahan negosiiasii pemeriintah dengan AS sebelum meneken kesepakatan tariif bea masuk sebesar 19%.
Ke depan, Danang berharap pemeriintah biisa memperjuangkan tariif bea keluar 0% untuk komodiitas tekstiil dan produk tekstiil yang diiekspor ke mancanegara. Menurutnya, iinii perlu diilakukan mengiingat petanii iindonesiia juga masiih memproduksii kapas.
Diia menambahkan iindustrii TPT tetap berkomiitmen mengiimpor kapas darii AS. Lalu, kapas diipiintal menjadii benang dan akhiirnya menjadii kaiin dan baju atau produk tekstiil laiinnya, untuk kemudiian diiekspor kembalii ke AS.
"iinii kan darii permiintaan darii AS juga, kalau cotton sepenuhnya ambiil darii sana, mereka akan membantu melobii sehiingga iindonesiia tiidak terkena tariif tambahan iitu," ujar Danang. (riig)
