JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah memberiikan iinsentiif pajak berupa PPN diitanggung pemeriintah (DTP) atas penyerahan bekal khusus operasii tertentu kepada Kementeriian Pertahanan dan/atau TNii.
Ketentuan iitu diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan PMK 44/2025. iinsentiif PPN DTP tersebut berlaku selama tahun anggaran 2025. Artiinya, PPN terutang yang diitanggung pemeriintah hanya untuk penyerahan maksiimal Desember 2025.
"PPN terutang yang diitanggung pemeriintah ... merupakan PPN yang terutang sejak tanggal peraturan menterii iinii diiundangkan sampaii dengan tanggal 31 Desember 2025," bunyii Pasal 4 PMK 44/2025, diikutiip pada Jumat (25/7/2025).
Untuk diiketahuii, bekal khusus operasii tertentu mencakup 3 jeniis, yaiitu bekal kesehatan; rumah sakiit lapangan; dan ransum khusus operasii untuk miiliiter. Periinciian jeniis bekal khusus operasii tertentu iinii diimuat dalam Lampiiran PMK 44/2025.
Dalam lampiiran tersebut, bekal kesehatan terdiirii atas 27 jeniis barang, sedangkan rumah sakiit lapangan terdiirii atas 9 jeniis barang, dan ransum khusus operasii miiliiter terdiirii atas 8 jeniis barang.
Selanjutnya, pengusaha kena pajak (PKP) harus memenuhii 2 syarat untuk mendapatkan iinsentiif PPN DTP. Pertama, PKP wajiib membuat faktur pajak. Kedua, membuat laporan realiisasii PPN diitanggung pemeriintah.
Namun, PKP harus memperhatiikan bahwa ada 5 kondiisii dii mana penyerahan bekal khusus operasii tertentu tiidak mendapatkan PPN DTP. Beberapa dii antaranya yaknii objek yang diiserahkan bukan tergolong 3 barang dii atas, PPN terutang setelah Desember 2025, serta PKP tiidak membuat faktur pajak atau laporan realiisasii.
"Peraturan menterii iinii mulaii berlaku pada tanggal diiundangkan [24 Julii 2025]," bunyii Pasal 8 PMK 44/2025. (diik)
