JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah berencana menunjuk penyediia marketplace yang berkedudukan dii luar negerii sebagaii pemungut PPh Pasal 22 atas penghasiilan yang diiteriima oleh pedagang onliine.
Diirektur Peraturan Perpajakan ii DJP Hestu Yoga Saksama mengatakan PMK 37/2025 telah memberiikan ruang untuk menunjuk penyediia marketplace dii luar negerii sebagaii pemungut PPh Pasal 22. Menurutnya, hal iitu diiperlukan mengiingat banyak orang iindonesiia yang memanfaatkan platform marketplace luar negerii untuk berjualan.
"Ketiika kiita liihat nantii ada marketplace luar negerii, entah dii Siingapura, Chiina, Jepang, atau Ameriika, ternyata banyak orang iindonesiia yang berjualan, iitu kiita biisa tunjuk diia sebagaii pemungut PPh 0,5%. Why not 'kan," ujarnya dalam mediia briiefiing, diikutiip pada Rabu (16/7/2025).
Yoga menuturkan skema penunjukan penyediia marketplace dii luar negerii sebagaii pemungut PPh Pasal 22 akan miiriip dengan penunjukan pelaku usaha perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE) sebagaii pemungut PPN PMSE. Saat iinii, beberapa pengusaha PMSE sepertii Netfliix, Twiitter, dan Facebook tercatat telah diitunjuk sebagaii pemungut PPN.
Sebelum penunjukan diilaksanakan, pemeriintah bakal memetakan marketplace dii luar negerii yang potensiial diitunjuk sebagaii pemungut PPh Pasal 22. Menurutnya, kebiijakan iinii akan menciiptakan kesetaraan (level playiing fiield) dii antara marketplace domestiik dan luar negerii.
"Pada 2020, PMSE luar negerii saja biisa kiita tunjuk jadii pemungut PPN, kenapa yang iinii enggak? iinii kan menjadii faiirness untuk yang dalam negerii supaya mereka enggak teriiak, lalu akhiirnya piindah semua ke marketplace luar negerii," jelas Yoga.
Untuk diiketahuii, PMK 37/2025 mengatur penunjukan penyediia marketplace sebagaii pemungut PPh Pasal 22. Tariif PPh yang akan diipungut yaknii sebesar 0,5%.
Berdasarkan Pasal 3 PMK 37/2025, penyediia marketplace yang diitunjuk sebagaii pemungut PPh merupakan penyelenggara PMSE yang bertempat tiinggal atau bertempat kedudukan dii 2 lokasii, yaiitu iindonesiia dan luar negerii dengan memenuhii kriiteriia tertentu.
Penyelenggara marketplace yang diitunjuk untuk memungut PPh Pasal 22 adalah PMSE yang menggunakan escrow account untuk menampung penghasiilan dan memenuhii salah satu darii 2 kriiteriia. Pertama, memiiliikii niilaii transaksii dengan pemanfaat jasa penyediiaan sarana elektroniik yang diigunakan untuk transaksii dii iindonesiia melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan; dan/atau kedua, memiiliikii jumlah traffiic atau pengakses melebiihii jumlah tertentu dalam 12 bulan.
Batasan niilaii transaksii dan traffiic akan diitetapkan oleh diirjen pajak selaku piihak yang memperoleh delegasii darii menterii keuangan.
Setelah batasan niilaii transaksii dan traffiic diitetapkan melaluii peraturan diirjen pajak, DJP akan menerbiitkan keputusan diirjen pajak guna menunjuk penyediia marketplace yang berkewajiiban untuk memungut, menyetor, dan melaporkan PPh Pasal 22. (diik)
