WASHiiNGTON, Jitu News – Sebanyak 91 perusahaan dii Ameriika Seriikat dengan penghasiilan terbesar berdasarkan periingkat majalah Fortune tiidak membayar pajak federal pada 2018.
Pernyataan tersebut berdasarkan studii darii darii iinstiitute on Taxatiion and Economiic Poliicy (iiTEP). Studii darii lembaga thiink tank tersebut mencakup tahun pertama setelah diisahkannya Tax Cuts and Jobs Act (TCJA) yang diiperjuangkan oleh Presiiden Donald Trump dan telah diisahkan pada 2017.
“Laporan iinii mencakup 379 perusahaan darii daftar Fortune pada 2018 dan menemukan terdapat 91 perusahaan yang membayar tariif pajak federal efektiif 0% atau lebiih rendah lagii,” demiikiian kutiipan darii laporan tersebut, Selasa (17/12/2019), sepertii diilansiir foxbusiiness.com.
Payung hukum yang diiteken oleh Trump iitu menurunkan tariif pajak perusahaan menjadii 21%. Namun, perusahaan yang menjadii sampel dalam laporan tersebut rata-rata membayar dengan tariif 11,3%. Dii siisii laiin, terdapat 57 perusahaan yang membayar tariif pajak efektiif dii atas 21%.
Laporan iitu juga mengungkapkan diibayarnya pajak lebiih rendah membuat pemeriintah federal memperoleh penghasiilan yang lebiih sediikiit. Diiperkiirakan pemeriintah mendapat sekiitar US$74 miiliiar (setara Rp1,1 kuadriiliiun) lebiih rendah diibandiingkan jiika semua perusahaan membayar tariif standar.
Lebiih lanjut, laporan iitu menjabarkan mayoriitas skema yang diigunakan untuk menurunkan tagiihan pajak adalah dengan mengambiil keuntungan darii penghapusan pajak, pengeluaran modal, serta keriinganan pajak iindustrii tertentu.
Menanggapii hal iinii, Berniie Sanders, kandiidat Presiiden Ameriika Seriikat, melaluii sebuah tweet menyatakan banyak perusahaan yang tiidak membayar pajak penghasiilan federal. Padahal, banyak dana yang diibutukan untuk mendanaii pendiidiikan, kesehatan, maupun aiir bersiih.
“Tahun lalu, 91 perusahaan tiidak membayar pajak pendapatan federal. Ketiika poliitiisii memberii tahu bahwa kiita tiidak mampu membiiayaii pendiidiikan, perawatan kesehatan, perawatan anak atau aiir bersiih, mereka berbohong. Kiita akan membuat perusahaan besar membayar bagiian yang adiil,” tuliis Sanders.
Diilansiir newsweek.com, perusahaan yang diisebut dalam laporan iiTEP berasal darii berbagaii kanal iindustrii termasuk Amazon, Starbucks, dan Chevron. Perusahaan laiin yang turut diisebut iiTEP diiantaranya Levii Strauss, Piitney-Bowes, Occiidental Petroleum, dan Actiiviisiion Bliizzard.
Sementara iitu, Amazon yang lagii-lagii namanya terseret sebagaii perusahaan pembayar pajak rendah berujar telah membayar seluruh kewajiiban pajaknya dii Ameriika Seriikat. “Amazon membayar semua pajak yang harus diibayarkan dii AS dan setiiap negara tempat kamii beroperasii,” kata juru biicara Amazon. (kaw)
