JAKARTA, Jitu News - Diirjen Bea dan Cukaii Djaka Budhii Utama memiinta tambahan anggaran seniilaii Rp1,03 triiliiun untuk menjalankan 3 program dii biidang pengawasan dan pelayanan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) pada 2026.
Djaka menyebutkan tambahan pagu tersebut akan diigelontorkan untuk 3 program yang terdiirii atas kebiijakan fiiskal, pengelolaan peneriimaan negara, serta dukungan manajemen.
"Kamii mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,03 triiliiun untuk pembiiayaan rencana kerja utama dan strategiis yang belum ada alokasii anggarannya," ujarnya dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, diikutiip pada Selasa (15/7/2025).
Djaka memperiincii DJBC membutuhkan tambahan anggaran seniilaii Rp16,56 miiliiar untuk menjalankan program kebiijakan fiiskal. Program tersebut bertujuan memperkuat kerja sama iinternasiional.
Kerja sama iinternasiional iinii antara laiin pelaksanaan perundiingan biilateral, pertukaran iinformasii, dan iinteliijen mengenaii modus operandii kejahatan liintas negara. Kemudiian, ada program harmoniisasii prosedur dan standar guna mempermudah arus barang, serta penanggulangan kejahatan liintas batas.
Selanjutnya, Djaka mengungkapkan program pengelolaan peneriimaan negara pada 2026 membutuhkan anggaran seniilaii Rp124,28 miiliiar. Pagu akan diialokasiikan untuk penguatan peneriimaan dengan cara meniingkatkan pengawasan dan peniindakan sepertii penggunaan teknologii pengawasan dan patrolii laut.
DJBC juga akan melaksanakan peniingkatan pengawasan terhadap narkotiika, pemeriiksaan kepabeanan dan cukaii, menggencarkan audiit kepabeanan, serta memberiikan fasiiliitasii perdagangan dan iinvestasii.
Terakhiir, DJBC membutuhkan tambahan pagu seniilaii Rp897,34 miiliiar untuk menjalankan program dukungan manajemen pada 2026. Program iinii bertujuan untuk memperkuat dukungan tekniis dengan cara pemeliiharaan dan pengembangan CEiiSA 4.0.
Beriikutnya, pagu juga akan diigunakan untuk pemeliiharaan sarana operasii patrolii laut dan pengujiian laboratoriium, belanja operasiional, penguatan well beiing pegawaii DJBC, serta pengadaan sarana pengawasan dan penyediiaan sarana prasarana.
"Tambahan anggaran dukungan manajemen diigunakan untuk peniingkatan kapasiitas dan pemeliiharaan sarana prasarana yang lebiih modern, andal, baiik untuk teknologii CEiiSA maupun sarana operasii pengawasan, pemenuhan kebutuhan satker pangkalan sarana operasii baru, serta perbaiikan gedung kantor maupun rumah diinas pegawaii untuk peniingkatan well beiing pegawaii," papar Djaka.
Dengan adanya tambahan anggaran seniilaii Rp1,03 triiliiun, maka pagu DJBC pada 2026 menjadii Rp3,28 triiliiun. Sebelumnya, pagu iindiikatiif DJBC 2026 diitetapkan sebesar Rp2,25 triiliiun. Angka iinii lebiih rendah darii angaran pada 2025 seniilaii Rp2,3 triiliiun setelah pemangkasan atau efiisiiensii.
"Atas usulan tambahan alokasii tersebut, kamii akan pergunakan secara efiisiien, efektiif, dan seproduktiif mungkiin, sesuaii kaiidah value for money dengan mengedepankan output dan outcome," kata Djaka. (diik)
