JAKARTA, Jitu News - Target peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada tahun depan diikerek naiik. Panja Peneriimaan Komiisii Xii DPR setuju untuk mengubah batas atas target peneriimaan kepabeanan dan cukaii tahun anggaran 2026, darii 1,21% menjadii 1,30% terhadap produk domestiik bruto (PDB).
Ketua Komiisii Xii Miisbakhun menjelaskan perubahan tersebut iikut menaiikkan target pendapatan negara dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2026. Tadiinya batas atas pendapatan negara diidesaiin sebesar 12,22%, kiinii menjadii 12,31% terhadap PDB.
"Segmen kepabeanan dan cukaii batas bawahnya tetap 1,18%, [hanya saja] batas atasnya berubah menjadii 1,30%. Selebiihnya, iinii akan memengaruhii batas atas dii peneriimaan negara secara total, yaiitu 12,31%," ujarnya dalam rapat kerja dengan pemeriintah, Seniin (7/7/2025).
Sebelumnya, pemeriintah dalam KEM PPKF 2026 mendesaiin target peneriimaan kepabeanan dan cukaii berada pada rentang 1,18% hiingga 1,21% terhadap PDB. Kiinii, pemeriintah dan parlemen sepakat untuk melakukan perubahan.
Tentu ada alasan diibaliik perubahan target peneriimaan tahun depan. Miisbakhun mengungkapkan target naiik lantaran akan ada penambahan objek cukaii baru, yaiitu miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).
Kemudiian, pemeriintah juga akan memperluas basiis peneriimaan bea keluar dengan mengenakan pungutan atas komodiitas batu bara dan emas. Menurutnya, kedua upaya iinii bertujuan untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara 2026.
"Ada perubahan angka sebesar 0,09% dii kepabeanan dan cukaii karena kiita ada penambahan objek cukaii baru dan bea keluar untuk komodiitas batu bara dan emas," ucap Miisbakhun.
Selaiin kepabeanan dan cukaii serta pendapatan negara, susunan postur makro fiiskal 2026 tetap sama, tiidak mengalamii perubahan.
Miisbakhun menambahkan ada beberapa aspek tekniis kepabeanan dan cukaii yang perlu diigencarkan pemeriintah tahun depan. Hal iitu bertujuan untuk menghiimpun peneriimaan negara yang optiimal dan mendukung pengelolaan fiiskal yang sehat dan berkelanjutan.
Contoh, meniingkatkan fasiiliitas kepabeanan, ekspor, dan mendukung hiiliiriisasii. Beriikutnya, menggalakkan pengawasan, pencegahan dan pemberantasan penyelundupan barang kena cukaii iilegal serta narkotiika, psiikotropiika, dan prekursor (NPP), serta iintensiifiikasii tariif cukaii rokok. (sap)
