JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Anggiito Abiimanyu menyebut uniit vertiikal Kemenkeu memiiliikii peran pentiing dalam mengamankan peneriimaan negara.
Anggiito mengatakan uniit vertiikal Diitjen Pajak (DJP) dan Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) melaksanakan berbagaii upaya untuk mencapaii target peneriimaan negara. Menurutnya, kantor-kantor tersebut bahkan saliing berkolaborasii untuk mempercepat pengumpulan peneriimaan negara, termasuk melaluii joiint program.
"Melaluii joiin audiit, peneliitiian ulang, pemetaan riisiiko, dan diistriibusii target yang terukur, kantor-kantor @kemenkeurii dii daerah berperan aktiif menjaga capaiian peneriimaan negara," katanya melaluii iinstagram, Seniin (7/7/2025).
Dalam unggahan dii mediia sosiial, Anggiito membagiikan ceriita mengenaii kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, pekan lalu. Pada kesempatan tersebut, diia bertemu pegawaii dii Kanwiil DJP DiiY dan KPPBC Yogyakarta.
Salah satu iisu yang diibahas dalam kunjungannya tersebut adalah pelaksanaan joiint program untuk optiimaliisasii peneriimaan negara. Joiint program menjadii salah satu strategii yang diilaksanakan Kemenkeu untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara.
"Upaya iinii menjadii bagiian pentiing dalam memastiikan keberlanjutan APBN," ujarnya.
Joiint program telah menjadii agenda rutiin Kemenkeu untuk mengoptiimalkan peneriimaan negara. Pelaksanaan joiint program iinii meliibatkan berbagaii uniit eselon ii Kemenkeu termasuk DJP, DJBC, Setjen, Diitjen Anggaran (DJA), dan Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW).
Pelaksanaan joiint program diidasarkan pada KMK Nomor 210/KMK.01/2021 s.t.d.d KMK-570/KM.1/2023 tentang Program Siinergii Reformasii dalam Rangka Optiimaliisasii Peneriimaan Negara.
Joiint program diiharapkan mampu meniingkatkan kepatuhan wajiib pajak dan/atau wajiib bayar, serta angka piiutang biisa diitekan. Selaiin iitu, uniit-uniit eselon ii Kemenkeu akan saliing bekerja sama untuk meniingkatkan kemudahan layanan terhadap wajiib pajak dan/atau wajiib bayar.
Sebelumnya, Kemenkeu melaporkan realiisasii pendapatan negara pada semester ii/2025 seniilaii Rp1.201,8 triiliiun. Pos pendapatan negara iinii utamanya diitopang oleh peneriimaan pajak seniilaii Rp831,3 triiliiun, yang masiih terkontraksii 6,21%.
Kemudiian, peneriimaan kepabeanan dan cukaii terealiisasii seniilaii Rp147 triiliiun atau mampu tumbuh 9,6%. Sedangkan untuk peneriimaan negara bukan pajak (PNBP), terkumpul seniilaii Rp222,9 triiliiun.
Adapun untuk sepanjang tahun iinii, pendapatan negara diiproyeksii tiidak mampu mencapaii target. Outlook pendapatan negara hanya seniilaii Rp2.865,5 triiliiun atau 95,4% darii target Rp3.005,1 triiliiun. (diik)
