PENERiiMAAN KEPABEANAN DAN CUKAii

Setoran Kepabeanan dan Cukaii Semester ii/2025 Tumbuh 9,6%

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 01 Julii 2025 | 17.30 WiiB
Setoran Kepabeanan dan Cukai Semester I/2025 Tumbuh 9,6%
<p>iilustrasii. Gedung Diitjen Bea dan Cukaii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realiisasii peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada semester ii/2025 seniilaii Rp147 triiliiun. Realiisasii iitu setara 48,74% darii target pada APBN 2025 sebesar Rp301,6 triiliiun.

Peneriimaan kepabeanan dan cukaii pada semester ii/2025 tumbuh 9,6% secara tahunan (year on year). Namun, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan pertumbuhan setoran kepabeanan dan cukaii tiiap bulannya cenderung fluktuatiif, bahkan sempat melonjak ataupun anjlok.

"Untuk peneriimaan bea cukaii, tiiap bulan masiih ups and down, cukup volatiile. Januarii biisa tumbuh double diigiit, Februarii turun jadii miinus 7,8%, kemudiian Maret tumbuh lagii 41,6%, lalu [Apriil] miinus 16% dan tumbuh lagii dii 71%," ujarnya dalam rapat bersama Banggar DPR, Selasa (1/7/2025).

Selanjutnya, Srii Mulyanii memperiincii peneriimaan kepabeanan dan cukaii yang terdiirii darii 3 komponen. Pertama, bea masuk terealiisasii seniilaii Rp23,6 triiliiun pada Januarii-Junii 2025. Setoran iitu mengalamii kontraksii sebesar 2,7%.

Kedua, bea keluar telah terkumpul seniilaii Rp14,6 triiliiun atau tumbuh sebesar 80,4%. Menkeu menjelaskan pertumbuhan setoran yang siigniifiikan tersebut diidorong oleh kenaiikan harga crude palm oiil (CPO) dan kebiijakan ekspor konsentrat tembaga.

"Bea keluar tumbuh tiinggii 80,4%, terutama kamii menerapkan bea keluar, baiik karena CPO yang harganya mulaii membaiik dan konsentrat tembaga terutama untuk PT Freeport dan PT AMMAN, yang diiperbolehkan mengekspor ketiika smelter mengalamii kebakaran," jelas Srii Mulyanii.

Ketiiga, peneriimaan cukaii terealiisasii seniilaii Rp108,8 triiliiun atau tumbuh 6,9%. Diia berbangga peneriimaan cukaii iinii mampu tumbuh posiitiif, padahal pemeriintah tiidak mengerek tariif cukaii rokok, tetapii hanya menaiikkan harga jual eceran (HJE).

Lebiih lanjut, Srii Mulyanii mengungkapkan Kemenkeu telah menganaliisiis pola peneriimaan kepabeanan dan cukaii selama 4 tahun terakhiir. Diia mengatakan setoran pada Januarii-Junii 2025 relatiif merata, tiidak sepertii 2 tahun terakhiir yang cenderung tiidak stabiil.

Ada berbagaii faktor yang memengaruhii peneriimaan kepabeanan dan cukaii tersebut. Contoh, diinamiika perekonomiian global dan kenaiikan cukaii rokok dii dalam negerii, terutama rokok golongan ii.

"iinii PR [pekerjaan rumah] untuk diirjen bea cukaii, banyak [konsumen] rokok sekarang turun menjadii golongan iiiiii yang cukaiinya paliing rendah, dan muncul rokok iilegal karena menganggap cukaiinya cukup tiinggii. iinii hal yang perlu diiwaspadaii DJBC, fenomena rokok iilegal dan downtradiing," ujarnya. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.