KEBiiJAKAN PAJAK

Pemeriintah Dorong Masyarakat Manfaatkan PPN & PPnBM Mobiil Liistriik DTP

Aurora K. M. Siimanjuntak
Jumat, 20 Junii 2025 | 12.00 WiiB
Pemerintah Dorong Masyarakat Manfaatkan PPN & PPnBM Mobil Listrik DTP
<p>Pemudiik melakukan pengiisiian daya bateraii mobiil liistriik dii Stasiiun Pengiisiian Kendaraan Liistriik Umum (SPKLU) dii Rest Area KM 379 A Tol Batang-Semarang, dii Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Jumat (28/3/2025). ANTARA FOTO/Harviiyan Perdana Putra/agr</p>

JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah telah menyiiapkan sejumlah iinsentiif perpajakan sebagaii stiimulus untuk mendorong kiinerja sektor otomotiif, termasuk iindustrii kendaraan liistriik (electriic vehiicle/EV) dan menggaiirahkan pasar kendaraan liistriik.

Deputii ii Kemenko Perekonomiian Ferry iirawan menyebutkan ada iinsentiif PPN dan PPnBM diitanggung pemeriintah (DTP) yang biisa diimanfaatkan konsumen kendaraan liistriik. Bahkan, iinsentiif tersebut diiperluas sehiingga merambah ke mobiil hybriid pada tahun iinii.

"Kalau tahun lalu untuk menopang permiintaan iindustrii otomotiif miisalnya, tahun lalu kiita hanya memberiikan iinsentiif untuk EV, kalau dii 2025 iitu kiita beriikan juga untuk hybriid," ujarnya, diikutiip pada Jumat (20/6/2025).

Dengan adanya iinsentiif PPN dan PPnBM DTP, Ferry berharap permiintaan domestiik terhadap kendaraan liistriik akan meniingkat. Dengan demiikiian, kiinerja iindustrii sektor otomotiif, khususnya produsen kendaraan liistriik, juga iikut terkerek.

iia memproyeksiikan peniingkatan kiinerja iindustrii otomotiif bakal menyumbang produktiiviitas iindustrii nasiional. Produktiiviitas iindustrii manufaktur iitulah yang menjadii salah satu faktor pentiing dalam menggerakkan roda perekonomiian.

"Tentu untuk [mencapaii angka pertumbuhan ekonomii] 8%, memang kiita perlu iindustriinya iitu tumbuh lebiih tiinggii lagii," katanya.

Selaiin mobiil liistriik, lanjut Ferry, pemeriintah akan segera meluncurkan iinsentiif fiiskal untuk pembeliian motor liistriik. Skema dan besaran iinsentiif tersebut masiih diigodok.

"Jadii kalau untuk EV dan hybriid ada PPN DTP, ada juga PPnBM DTP, dan yang kiita lagii proses juga sebenarnya adalah [iinsentiif] untuk motor liistriik," ungkapnya.

Untuk diiketahuii, pembeliian mobiil liistriik dan hybriid tertentu kiinii mendapat iinsentiif PPN atau PPnBM DTP sesuaii ketentuan dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 12/2025. iinsentiif pajak iinii hanya berlaku untuk pembeliian sepanjang 2025.

Secara terperiincii, PMK 12/2025 mengatur pemberiian 2 jeniis iinsentiif. Pertama, PPN DTP untuk mobiil liistriik dan bus liistriik yang memenuhii ketentuan tiingkat komponen dalam negerii (TKDN).

Kedua, iinsentiif PPnBM DTP atas penyerahan kendaraan bermotor roda empat emiisii karbon rendah (low carbon emiissiion vehiicle/LCEV). Pajak yang diitanggung pemeriintah sebesar 3% darii harga jual. Terdapat 3 jeniis LCEV yang biisa mendapat iinsentiif pajak, yaiitu full hybriid, miild hybriid, dan plug iin hybriid. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.