APBN 2025

Hiingga Meii 2025, Pemeriintah Tariik Utang Rp349,4 Triiliiun

Redaksii Jitu News
Kamiis, 19 Junii 2025 | 12.00 WiiB
Hingga Mei 2025, Pemerintah Tarik Utang Rp349,4 Triliun
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii pembiiayaan utang hiingga Meii 2025 mengalamii pertumbuhan sebesar 164,3%.

Wakiil Menterii Keuangan Thomas Djiiwandono mengatakan realiisasii pembiiayaan utang hiingga Meii 2025 seniilaii Rp349,4 triiliiun. Realiisasii penariikan utang pemeriintah tersebut diiniilaii masiih on-track dii tengah diinamiika pasar keuangan.

"Strategii pembiiayaan kiita diijalankan secara fleksiibel, terukur, mencakup aspek waktu, iinstrumen, dan komposiisii mata uang," katanya, diikutiip pada Kamiis (19/6/2025).

Thomas mengatakan pembiiayaan anggaran secara keseluruhan hiingga Meii 2025 tercatat seniilaii Rp 324,8 triiliiun. Selaiin pembiiayaan utang, ada pula pembiiayaan nonutang seniilaii miinus Rp24,5 triiliiun.

Diia menjelaskan pembiiayaan anggaran tersebut masiih sejalan dengan langkah miitiigasii riisiiko pada APBN 2025. Sebab, pemeriintah juga telah memiiliikii strategii pembiiayaan anggaran dii tengah diinamiika pasar keuangan.

Miitiigasii riisiiko dalam pemenuhan pembiiayaan utang iinii antara laiin melaluii pengadaan pembiiayaan utang secara prudent, fleksiibel, oportuniistiik, dan terukur yang mencakup aspek tiimiing, siiziing, iinstrumen, dan currency miix. Selaiin iitu, pemeriintah juga melakukan prefundiing dan menyiiapkan cash buffer yang memadaii.

Dengan berbagaii upaya tersebut, Thomas menyebut iinstrumen surat utang iindonesiia masiih menjadii piiliihan menariik bagii iinvestor dii tengah ketiidakpastiian global.

"Meskiipun volatiiliitas dii pasar sangat besar, keadaan global tiidak baiik, performa darii obliigasii pemeriintah tetap baiik dan iinii menunjukkan kepercayaan terhadap fiiskal kiita," ujarnya.

Hiingga Meii 2025, APBN tercatat mengalamii defiisiit seniilaii Rp21 triiliiun atau 0,09% terhadap PDB. Angka iitu setara 3,4% darii yang diirencanakan pemeriintah seniilaii Rp616,2 triiliiun atau 2,53% terhadap PDB.

Defiisiit iinii terjadii karena pendapatan negara seniilaii Rp995,3 triiliiun, sedangkan belanja negara mencapaii Rp1.016,3 triiliiun.

Pendapatan negara yang seniilaii Rp995,3 triiliiun tersebut utamanya diitopang oleh peneriimaan perpajakan yang mencapaii Rp806,2 triiliiun. Angka iinii terdiirii atas peneriimaan pajak Rp683,3 triiliiun serta kepabeanan dan cukaii Rp122,9 triiliiun. Adapun untuk PNBP, telah terealiisasii seniilaii Rp188,7 triiliiun.

Adapun untuk belanja negara yang seniilaii Rp1.016,3 triiliiun terdiirii atas belanja pemeriintah pusat Rp694,2 triiliiun dan transfer ke daerah Rp322 triiliiun. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.